You are here : Home Renungan Mari Merenung Tetap Bersemangat

Tetap Bersemangat

Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, dia bertanya : "Apa itu?" Lukas 18:36

Bacaan : Lukas 18:35-43

Suatu kali, saya mengunjungi seorang ibu yang terkena stroke. Dalam percakapan yang berlangsung saat itu, terlihat dengan sangat jelas, tidak ada lagi semangat hidup. Mintanya mau mati saja. Tapi, aneh bin ajaib, kematian tidak segera menghampirinya. Walau sudah ingin mati, namun Tuhan belum memperkenankannya meninggalkan dunia ini. Meski tubuhnya masih hidup, tapi semangatnya sudah mati. Sangat berbeda dengan Proklamator negeri ini, Ir. Soekarno. Pada saat penjajahan, dia pernah berujar, "engkau boleh memenjarakan aku namun semangatku tidak bisa engkau penjarakan". Tampak dengan jelas, semangat yang tinggi membuatnya tidak cepat berputus asa.

Dalam renungan kita hari ini, dikisahkan tentang seorang yang bernama Bartimeus. Orang ini buta dan profesi hariannya adalah pengemis. Bermodalkan cacat fisik yang dia miliki, dia selalu duduk di pinggir jalan untuk menantikan belas kasihan orang lewat (ayat 35). Suatu kali Yesus bersama para murid berkunjung ke Yerikho. Apa yang diperbuat di sana, Alkitab tidak menjelaskannya secara detail. Selesai kunjungan, merekapun meninggalkan Yerikho. Rupanya, Yesus dan para murid diikuti oleh orang banyak (Mat 10:46). Bartimeus tahu kalau banyak orang yang lewat di depannya. Namun sayang, dia tidak tahu siapa sajakah yang lewat itu. Maklum dia buta. Karena itu, dia memutuskan untuk menanyakan siapakah yang lewat itu (ayat 36). Lagi-lagi, Alkitab tidak memberitahukan siapakah orang yang ditanyai itu. Yang dikisahkan hanyalah reaksinya tatkala mengetahui siapa yang lewat. Responnya sungguh luar biasa. Ia berseru, "Yesus Anak Daud, kasihanilah aku!" (Mark 10:48). Seruannya itu rupanya mengganggu mereka yang "normal" yang sedang bersama Yesus. Bagaimana respon mereka? Membantu pun tidak, justru menegur dan memintanya diam (ayat 39). Bahkan dalam terjemahan lain mengatakan dia dimarahi. Gawat! Bukannya ditolong tetapi justru dihambat.

Menarik dicermati, rupanya dia tidak patah arang. Ia berusaha sekuat tenaga memohon pertolongan Yesus. Walau buta, tapi imannya menembus hati Yesus. Yesus berkata, "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau." Dia melihat! Pertolongan itu diawali tatkala semangat hidupnya berkobar. Bagaimana dengan anda? Teruslah bersemangat! Walau usia lanjut, sukacita Tuhan memampukan kita untuk bersemangat.

Dalam Yesus selalu tersedia pertolongan.

Sumber : Cakrawala Inner Healing - September 2008