You are here : Home Renungan

Karena Kau Pergi, maka Aku Tetap di Sini

Ada seorang rahib tua. Selama bertahun-tahun dia rajin berdoa agar mendapatkan suatu penglihatan dari Tuhan, untuk menguatkan imannya. Ia hampir saja putus asa ketika pada suatu hari menerima suatu penglihatan. Ia menjadi sangat bahagia. Tetapi apa yang terjadi kemudian? Belum lama ia mengalami penglihatan itu, lonceng biara berbunyi. Lonceng itu menjadi tanda saatnya para rahib memberi makan orang-orang miskin yang menanti di depan pintu biara. Hari itu adalah giliran rahib tersebut untuk membagikan makanan. Bila dia tidak keluar, orang-orang miskin itu akan pergi karena menyangka pada hari itu biara tidak mempunyai makanan yang cukup. Tetapi bila dia keluar, maka penglihatan yang indah itu mungkin tidak akan pernah dialaminya lagi. Dia harus membuat pilihan yang sama-sama pentingnya, yaitu melayani orang miskin atau mengalami penglihatan itu.

Dengan berat hati, rahib itu meninggalkan penglihatan dan keluar untuk membagikan makanan. Sekitar satu jam kemudian, rahib itu kembail ke kamarnya. Ketika dia membuka pintu kamarnya, hampir dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ternyata Tuhan masih ada di sana. Serta merta ia segera berlutut untuk mengucap syukur. Tuhan tersenyum kepadanya.

“AnakKu,” kata Tuhan, “Seandainya saja engkau tidak keluar untuk memberi makan orang-orang tadi, tentu saja Aku telah pergi meninggalkanmu.”

 

Lawrence Le Shan

Add a comment

Minggu Adven C2 / 2015

Dahulu kala...

Seorang raja ingin mengetahui seberapa besar kualitas rakyatnya dalam hal memperhatikan kepentingan bersama. Maka pada suatu malam ia meletakkan sebongkah batu besar di sebuah jalan raya. Kemudian dia bersembunyi di balik pakaian samaran untuk melihat apakah ada orang yang mau menyingkirkan batu itu.

Add a comment
Readmore

"Jangan Takut, Hari Ini Telah Lahir Bagimu Juruselamat"

Maranatha

Tuhan datanglah adalah seruan permohonan agar Tuhan berkenan mendatangi umatNya. Tuhan kini sudah datang dalam rupa seorang bayi seperti yang diwartakan oleh malaikat kepada para gembala dan kawanannya: Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitahukan kepadamu kesukaan yang besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud. (Luk 2:10) Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah bala tentara surga memuji Allah: Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya. (Luk 2:14) Ia datang untuk menyelamatkan setiap orang, membawa damai sejahtera dan kebahagiaan sejati kepada setiap orang yang percaya dan berharap kepadaNya. Maka kedatanganNya adalah sebuah Kabar Gembira karena Dia adalah Immanuel - Allah beserta kita. Sejalan dengan kehendak dan rencana ilahi ini, kita pun mengharapkan dan merindukan hal yang sama, yaitu keselamatan, damai sejahtera dan kebahagiaan sejati yang datang dari Tuhan. Kita ingin hidup bahagia, mengalami damai sejahtera dan keselamatan.

Untuk Direnungkan

Apakah kita yang mengharapkan keselamatan, damai sejahtera dan kebahagiaan sejati, kini telah mengalamiNya? Kalau ternyata belum - Apakah ada yang salah? Salahnya di mana? Apa yang mesti kita lakukan untuk menjadi bahagia, damai dan sejahtera, sebagaimana yang dirancangkan dan dikehendaki oleh Allah sendiri? Untuk menemukan jawabannya marilah kita menimba inspirasi rohani dari seorang mistikus, yaitu Anthony de Mello, SJ.

Add a comment
Readmore

Imam dan Persatuannya dengan Bunda Maria

Di masa sekarang ini banyak para novis dan seminaris yang mengabaikan satu atau lebih aspek dari latihan pembentukan mereka untuk menjadi imam. Beberapa dari mereka kurang berusaha dalam studi yang sesungguhnya dapat membantu mereka untuk menjadi seorang imam yang sungguh-sungguh menghayati iman katolik. Mereka mengabaikan hal ini dengan alasan latihan spritualitas lebih penting. Ini merupakan suatu kesalahan yang sering dilakukan oleh para imam, sementara banyak jiwa-jiwa yang membutuhkan pertolongan yang hanya dapat diberikan oleh para imam melalui studi mereka. Add a comment

Readmore

Mencintai Secara Mendalam

Jangan ragu untuk mencintai dan untuk mencintai secara mendalam. Engkau mungkin takut pada rasa sakit yang dapat disebabkan oleh karena mencintai secara mendalam. Saat mereka yang engkau cintai secara mendalam menolakmu, meninggalkanmu, atau meninggal dunia, hatimu akan patah. Tetapi itu semua tidak perlu membuatmu untuk berhenti dari mencintai secara mendalam. Sakit yang disebabkan oleh cinta yang dalam membuat cintamu lebih lagi berbuah. Sama seperti alat bajak yang menembus tanah untuk membuat benih dapat mengeluarkan akarnya dan bertumbuh menjadi tanaman yang kokoh. Setiap kali engkau mengalami sakit karena ditolak, diabaikan, atau kematian, engkau menghadapi sebuah pilihan. Engkau dapat menjadi pahit dan memutuskan untuk tidak mencintai lagi, atau engkau dapat berdiri tegak dalam sakitmu dan membiarkan tanah tempat engkau berpijak membuatmu lebih kaya dan lebih dapat memberi hidup pada benih-benih yang baru.

Add a comment

Readmore
Page 2 of 26