You are here : Home Renungan

Berlalu

Seorang laki-laki ditanya mengenai ayat Kitab Suci yang mana yang menjadi favoritnya.

Ia menjawab, "Berlalu."

Ini mengherankan setiap orang, karena itu bukan ayat, apalagi perikop. Tapi ia tetap mengatakan dengan serius bahwa memang itulah yang paling berarti baginya.

Dalam setiap kesulitan yang dialami dalam hidupnya, ia merenungkan huruf biblis itu. Problem hidup, kesukaran, penderitaan, dan masalah-masalah hidup lainnya tidak akan tinggal lama. Pasti akan BERLALU.

 

Sumber: Litani Serba Salah Pastor - 100 Cerita Bijak, Yustinus Sumantri Hp, Sj, Kanisius, 2001

Add a comment

Intisari Homili Minggu Biasa XVIII, 02 Agustus 2009

 

Percaya Pada Roti Hidup
Oleh: Romo F.X. Sudirman, OMI

Orang banyak mencari Yesus karena berpikir Yesus adalah Tukang Mukjizat. Mereka tidak menyadari bahwa Allah begitu memperhatikan, memberkati, dan menuntun mereka sejak zaman nenek moyang mereka mengembara di padang gurun dengan memberi makan manna dan minum.

Pekerjaan yang dikehendaki Allah dari kita adalah agar kita percaya kepada Dia yang telah diutus Allah. Percaya kepada Yesus Kristus menjadi pekerjaan yang harus senantiasa kita lakukan. Percaya bahwa Yesus adalah Utusan Allah, bahwa Yesus adalah Roti Hidup yang turun dari surga. Percaya bahwa Yesus akan memberikan hidup kekal kepada mereka yang percaya kepadaNya.

Intisari Homili Minggu Biasa XVII

JANGAN MAIN HITUNG-HITUNGAN
Oleh: Romo Antonius Widiatmoko, OMI

Dalam Bacaan Injil hari ini, Filipus yang diminta Tuhan Yesus untuk menyediakan makan bagi orang banyak yang sedang berkumpul bermain hitung-hitungan. Filipus yang seorang Yahudi-Yunani adalah orang terdidik, mengetahui 1 Dinar cukup untuk biaya makan 5 orang, sedangkan uang mereka hanya 200 Dinar yang hanya cukup untuk memberi makan 1.000 orang. Begitu juga dengan Andreas yang mengatakan ada seorang anak kecil yang membawa 5 roti dan 2 ikan, tidak akan mungkin cukup untuk makan 5.000 orang laki-laki yang belum termasuk kaum perempuan dan anak-anak. 2 murid Yesus ini menghitung-hitung, sama seperti kita yang sering bermain hitung-hitungan dengan Tuhan. Hati-hati, kita akan kalah cepat berhitung dengan Tuhan!
Add a comment
Readmore

Intisari Homili Minggu Biasa XVI, 19 Juli 2009

JADILAH GEMBALA YANG BAIK
Oleh: Romo Peter K. Subagyo, OMI


Sepertinya kerja seorang gembala itu mudah. Hanya memperhatikan domba-dombanya, bisa tidur-tiduran, dan bermain musik. Tetapi saat sudah menjadi gembala, seseorang baru merasakan kerja gembala yang tidak gampang. Seorang gembala harus mampu meramal cuaca, membetulkan pagar yang rusak, menangkal serangan serigala yang ingin memangsa domba, dan lain-lainnya.

Begitu pun dengan kita. Menjadi gembala entah sebagai suami, istri, orangtua, atau imam/suster, kelihatannya mudah, tetapi pada kenyataannya tidak gampang sama sekali. Kita perlu selalu belajar bahwa panggilan hidup apa pun yang kita tekuni pasti ada tantangannya, ada kesulitan dan rintangannya.
Add a comment
Readmore

Bersepeda Bersama Yesus


Pada awalnya, aku memandang Tuhan sebagai seorang pengamat, seorang hakim yang mencatat segala kesalahanku, sebagai bahan pertimbangan apakah aku akan dimasukkan ke surga atau dicampakkan ke dalam neraka pada saat aku mati. Dia terasa jauh sekali, seperti seorang raja. Aku tahu Dia melalui gambar-gambarNya, tetapi aku tidak mengenalNya.

Ketika aku bertemu Yesus, pandanganku berubah. Hidupku menjadi bagaikan sebuah arena balap sepeda, tetapi sepedanya adalah sepeda tandem dan aku tahu bahwa Yesus duduk di belakang, membantuku mengayuh pedal sepeda.
Add a comment
Readmore
Page 24 of 28