You are here : Home Renungan

Intisari Homili Minggu Biasa II, 17 Januari 2010

Yang Biasa Jadi Luar Biasa
Oleh: Romo Johanes N. Hariyanto, SJ

Orangtua selalu ingin memberi yang terbaik bagi anak-anaknya. Kalau bisa, malahan para orangtua ingin memberi yang paling terbaik yang bisa mereka dapatkan demi anak-anaknya. Hal demikian biasanya dapat kita lihat saat orangtua mengantar anak-anaknya untuk ikut ujian penyaringan masuk sekolah. Sering terlihat para ibu yang begitu sibuknya mencari kelas di mana si anak ditempatkan, hingga memilihkan meja dan kursi yang dianggap baik untuk anaknya, dan menyiapkan alat-alat tulis yang diperlukan anaknya. Tak jarang para petugas piket terpaksa harus mengusir para ibu ini demi ketertiban jalannya tes masuk sekolah itu.

Add a comment

Readmore

Penampakan Tuhan

Masa Natal dan masa Paskah punya persamaan dalam tema, yaitu Yesus Kristus Sang Putra Allah sebagai Terang Dunia yang menguasai kegelapan. Kita semua dipanggil untuk hidup dalam terang. Hidup dalam terang berarti kita perlu selalu membersihkan diri dan mengubah diri -hidup dalam pertobatan sehingga kita dapat selalu melihat dengan mata yang lebih terang. Pertobatan membawa kita kepada hidup yang lebih lagi. Kita dimampukan untuk membawa Kabar Baik kepada orang lain dan melihat terang yang datang dari Allah.

Add a comment
Readmore

Intisari Homili Minggu Adven II, 06 Desember 2009

KEKUATAN IMAN
Oleh: Romo Vincentius Watun, OMI

Ada kabar gembira untuk minggu ini! Allah akan hadir di tengah-tengah kita lewat Tuhan Yesus Kristus yang dapat kita dengar, lihat, dan rasakan.

Kita merasakan gejolak tekanan jiwa dan kebingungan kalau melihat situasi yang terjadi di negara kita. Jaksa, hakim, polisi, lembaga-lembaga negara, semua berjalan tak tentu arah. Bahkan korupsi terus merajalela. Sepertinya, negara ini tidak mempunyai harapan untuk mengarah kepada perbaikan. Belum lagi masalah sulitnya ekonomi dan pengangguran yang meningkat akibat putusnya hubungan kerja maupun lowongan kerja yang tidak tersedia. Kita semua sedang berada dalam padang gurun kehidupan. Segala pencobaan yang kita hadapi, hendaklah kita lawan dengan rasa takut akan Tuhan dan menjalankan segala perintahNya dengan hidup dalam kebenaran.

Apa Yang Kita Sombongkan?

Seorang pria yang bertamu ke rumah seorang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja, mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa yang sedang Guru lakukan?" Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya." Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari.

Add a comment
Readmore

Suka, Sayang, Cinta

Perbedaan antara SUKA, SAYANG, dan CINTA

Suka adalah saat kita ingin memiliki seseorang..

Sayang adalah saat kita ingin membahagiakan orang itu.

Dan cinta adalah saat kita rela berkorban untuk orang itu.

Add a comment
Readmore
Page 21 of 28