You are here : Home Artikel Yang Terkini Hari Pangan Sedunia

Hari Pangan Sedunia

Menyambut Hari Pangan Sedunia, 16 Oktober mendatang, Konferensi Waligereja Indonesia mengajak kita semua untuk bersama-sama merenungkan dan beraksi nyata lewat tema "Kamu Harus Memberi Mereka Makan". Kelaparan adalah wujud nyata dari kemiskinan yang terjadi karena ketidakadilan dalam pembangunan ekonomi. Kelaparan - baik karena kemiskinan atau pemiskinan yang disengaja - adalah bentuk kekerasan terhadap hak asasi manusia.

Pembangunan ekonomi global yang bercorak kapitalistik lebih memberikan keuntungan kepada pemilik modal besar dan para spekulan. Padahal nilai suatu perkembangan ekonomi terletak pada penghargaan atas martabat manusia untuk memperoleh hak asasinya daripada sekedar modal finansial. Pembangunan ekonomi seharusnya mengurus kemampuan masyarakat dalam membangun kehidupan, yakni memfasilitasi terciptanya bidang-bidang mata pencaharian yang memadai dan berkelanjutan. Jika mata pencaharian masyarakat mampu menghidupi dirinya dan keluarganya, maka kesejahteraan sesungguhnya akan dirasakan. Hal ini ditandaskan oleh Bapa Suci Paus Benefiktus XVI dalam Ensiklik "Caritas in Veritate" (CIV)

Pembangunan adalah perjuangan yang membebaskan manusia pertama-tama dari akses terhadap hak-hak dasariahnya sehingga bebas dari: kelaparan, penyingkiran ekonomi, wabah penyakit dan buta huruf. Kelaparan bukan terutama soal kekurangan material pangan, tetapi ketiadaan sumberdaya dan kemiskinan. Yang tidak terjadi sekarang ini adalah jaringan institusi ekonomi yang mampu menjamin akses teratur pada makanan dan air bagi kebutuhan nutrisi, terutama di saat krisis pangan.

Masalah kerawanan pangan perlu diatasi dengan pembangunan pertanian di negara miskin, pengembangan infrastruktur pedesaan, sistem irigasi, transpotasi, organisasi pasar, teknologi pertanian yang inovatif dan tersedia pada tingkat lokal dengan keterlibatan komunitas lokal dalam memilih dan membuat keputusan terhadap budidaya tanaman (baca: kedaulatan pangan) dengan hormat pada lingkungan (CIV 27).

Seruan Bapa Suci Paus Benediktus XVI di atas berkaitan dengan tema peringatan Hari Pangan Sedunia yang diprakarsai Gereja Katolik Indonesia tahun 2011: "Kamu Harus Memberi Mereka Makan". Tema ini mengajak kita semua untuk peduli kepada masalah pangan karena dalam beberapa tahun ke depan kebutuhan akan pangan dapat semakin tidak mencukupi karena sumberdaya yang tidak dikelola secara arif.

Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus: "Kamu harus memberi mereka makan" (Yoh 6:9), mengisyaratkan kita untuk selalu hidup dalam kasih dan berbagi kasih kepada orang-orang yang berkekurangan. Umat diajak untuk semakin mengalami pertumbuhan kemampuan untuk membuka diri pada perubahan sosial yang terkait dengan persoalan pangan. Gerakan Hari Pangan Sedunia Gereja Katolik adalah gerakan moral umat Kristiani dalam upaya pencapaian mutu hidup manusia. Dengan kata lain, Gerakan ini adalah Gerakan Kehidupan. Inilah tujuan utama keterlibatan Gereja Katolik dalam Gerakan Hari Pangan Sedunia.

Penegasan Bapa Suci Paus Benediktus XVI dalam CIV jelas merupakan arahan teknis bagaimana Gereja harus bertindak dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya dan upaya bersama dalam mengatasi kelaparan. Dasar dari arahan ini adalah perintah kasih: mengasihi sesama, komunitas dan lingkungan hidup berarti menginginkan perbaikan hidup dan kehidupan mereka serta mengambil langkah-langkah konkrit untuk perbaikannya.

Kita sadar bahwa kita memiliki banyak sumber pangan yang selama ini hilang atau terlupakan karena kita tidak merawatnya sebagai sumber hidup. Telah lama kita kehilangan kekayaan kita sendiri karena kita lebih suka memilih yang konsumtif daripada produktif. Kita telah terseret dalam gaya hidup instan. Maka menumbuhkan keberdayaan diri menjadi kebutuhan mendesak sebagai upaya membangun produktivitas kita.

Yesus telah rela untuk menjadi "makanan abadi", semua itu merupakan perwujudan solidaritas Allah untuk mengangkat harkat hidup manusia. Semangat kerelaan Yesus telah dan terus-menerus diberikan kepada setiap umat Kristiani bersama dengan komunitasnya dalam Perjamuan Ekaristi. Meneladani tindakan Yesus dalam memberikan makanan abadi tersebut mewajibkan para pengikutNya untuk memberi makan bagi mereka yang lapar. Tindakan ini nampaknya sulit untuk dijalankan, tetapi dengan kasih Allah, terang akal budi serta iman kepercayaan kepada Allah, maka akan bisa melaksanakannya. Mari kita wujudkan bersama rasa syukur dengan memelihara kehidupan dan membagikan diri kita bagi kesejahteraan bersama.

Dalam kerangka mewujudkan Gerakan Hari Pangan Sedunia Gereja Katolik, ada 5 nilai yang hendak dibangun:

1. Nilai Keseimbangan Pangan

Pangan yang kita konsumsi adalah makanan yang memenuhi gizi sehat dan seimbang. Makan asal kenyang biasanya mengkonsumsi karbohidrat (nasi) terlalu banyak, padahal tubuh juga membutuhkan asupan makanan lain yang mengandung protein baik nabati maupun hewani, vitamin dan mineral dari sayuran dan buah-buahan. Sangat dianjurkan agar kita mulai diet karbohidrat demi kesehatan. Dampaknya adalah pengurangan konsumsi beras dan penambahan konsumsi daging ternak, ikan, sayuran, dan buah-buahan.

2. Nilai Kebersamaan

Kebutuhan akan pangan mempertemukan kita dengan saudara-saudari kita yang lain. Kita akan tergerak jika mengetahui sesama yang kurang makan. Kita akan menjalin kerjasama dengan siapa saja yang berkehendak baik, entah itu institusi gerejani (Komisi PSE, Komisi Komunikasi Sosial, Wanita Katolik RI, Koptari) ataupun non-gerejani untuk membangun gerakan pangan dan aksi solidaritas. Nilai ini akan mengalirkan kehidupan yang didasari bahwa segala sesuatu bukan karena jasa diri sendiri tetapi anugerah Allah yang menyelenggarakan kehidupan secara berkecukupan.

3. Nilai Pemberdayaan

Kesadaran akan kebutuhan pangan menyemangati kita untuk giat dalam pemberdayaan diri bersama masyarakat. Pemberdayaan memerlukan kerja keras, kreativitas, inovasi dan semangat pantang menyerah yang merupakan panggilan dan undangan Allah dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. Pemberdayaan diri bersama masyarakat dalam pemenuhan makanan yang sehat dan seimbang didasarkan pada mentalitas kewirausahaan dan kemandirian dalam mengusahakan mata pencahariannya.

4. Nilai Cinta Lingkungan Hidup

Pemahaman nilai cinta lingkungan hidup akan menggerakkan budidaya kita dalam mengelola sumberdaya alam secara arif untuk membangun kehidupan yang berkelanjutan. Semangat cinta lingkungan hidup ini untuk membangun keutuhan ciptaanNya menuju kebaikan dan kesejahteraan bersama.

5. Nilai Cinta Dalam Keluarga

Kita dipertemukan dalam cinta kasih dalam keluarga lewat kebutuhan makan setiap hari. Tersedianya makanan yang cukup hari ini merupakan anugerah Allah. Ungkapan syukur ini mengandung makna akan penghargaan terhadap pangan dan prosesnya yang membentuk karakter budaya bangsa.

Dalam kerangka peringatan Hari Pangan Sedunia ini, ada banyak cara yang dapat kita wujudkan lewat tema Hari Pangan Sedunia KWI 2011: "Kamu Harus Memberi Mereka Makan", sehingga menjadi gerakan bersama. Kata kunci adalah "Gerakan Kasih" dan "Partisipasi" dengan ragam kegiatan antara lain:

1. Berpartisipasi memberikan diri kita dalam upaya pemeliharaan kehidupan dengan tidak merusak alam, aksi menanam pohon, kebersihan lingkungan, penggunaan pupuk dan pestisida alami, dll.

2. Berpartisipasi memberikan kelebihan kita baik berupa materi (uang dan barang) dan non-materi (pemikiran, waktu, fasilitas) dalam membantu sesama yang berkekurangan.

3. Menggalang solidaritas yang lebih intesif dalam upaya bersama memerangi kelaparan lewat pemberdayaan masyarakat miskin.

4. Membangun dan mengembangkan komunitas berbagi dalam cara hidup Gereja dan masyarakat.

5. Membangun dan mengembangkan gerakan bersama untuk memfasilitasi terwujudnya peningkatan penghasilan secara wirausaha.

6. Membangun kecintaan kepada petani dan pertanian, terutama kepada anak-anak dan remaja.

GERAKAN AKSI NYATA HARI PANGAN SEDUNIA - Sekarang saatnya kita malu bila melihat orang di sekitar tempat tinggal kita masih banyak yang miskin, sakit, menderita, lapar, kekurangan gizi, dan akhirnya mati. Sementara itu kita masih menumpuk harta, menimbun gizi dalam badan yang gendut sampai harus diet ketat karena menderita berbagai penyakit kronis yang mengancam kehidupan. "Bertobatlah sekarang juga. Berbuat baik jangan ditunda-tunda demi keselamatan banyak orang, termasuk diri kita sendiri."

Selamat ber-Hari Pangan Sedunia.

(Sumber: Brosur HPS KWI 2011 dan Pengumatan Tema dan Bahan Program HPS KAJ 2011)