You are here : Home Artikel Romo Menyapa Leave Nothing Undared

Leave Nothing Undared

Menyambut Pesta Pelindung Utama Tarekat Oblat Maria Imakulata (OMI)

Kata-kata ini mungkin masih terasa asing di telinga kita. Leave nothing undared - Apakah itu? Semboyan ini digemakan ke dalam diri orang muda yang hadir pada International Oblate Youth Encounter/IOYE, sebuah pertemuan orang muda yang hadir pada International Oblate Youth Encounter/IOYE, sebuah pertemuan orang muda dari paroki-paroki yang digembalakan oleh OMI di seluruh dunia, yang berlangsung di Melbourne, Australia, di bulan Juli 2008 yang lalu. Kata-kata ini sebenarnya adalah semboyan para Misionaris OMI yang ingin diwariskan secara khusus kepada kaum muda, dan kita semua pada umumnya, untuk menjadi sebuah kekayaan batin. "Tak akan pernah ciut nyali pada apapun juga" - mungkin itulah terjemahan bebas yang mudah kita pahami bersama untuk "Leave Nothing Undared." Kita semua perlu selalu mengingat, betapa berkat Sakramen Babtis yang kita terima, kita semua dijadikan Misionaris, yang berarti "orang yang diutus oleh Allah." Diutus untuk apa? Untuk menjadi saksi cinta kasih Allah kepada dunia! Tentu saja, untuk bisa bersaksi dengan baik kita memerlukan totalitas dan kebesaran jiwa. Tidak mungkin kita bersaksi dengan setengah hati, karena itu hanya akan membuat diri kita mandul.

Kalau kita tahu betapa para Misionaris OMI telah menjelajah seluruh dunia untuk mewartakan Yesus Penyelamat yang tersalib itu, maka kita akan kagum melihat keberanian dan kebesaran jiwa mereka untuk dapat lebih mencintai Kristus lewat Gereja-Nya yang miskin dan tidak terjangkau. Ketika para imam dari tarekat lain tidak mau ke sana, para Misionaris OMI pergi ke sana demi menemukan kehadiran Kristus dalam diri saudara-saudarinya. Para Oblat telah membuka misi di Kanada, di daerah kutub, di Afrika atau juga di tempat-tempat kritis karena perang seperti Pakistan dan Filipina Selatan. Para Oblat juga pergi ke daerah-daerah pedalaman Kalimantan dengan segala kesulitan dan tantangan alam yang harus dihadapi guna melayani masyarakat suku Dayak. Leave Nothing Undared - itulah api yang terus menyala dalam diri para Oblat. Mereka tak akan membiarkan satu apa pun menciutkan nyali mereka untuk bisa lebih melayani Tuhan dalam GerejaNya. Biar di mana pun, biar kapan pun, biar dalam situasi apa pun, mereka akan selalu berusaha mempersembahkan diri mereka demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan jiwa-jiwa. 

Teman-teman mudaku yang kubanggakan dan saudara-saudariku terkasih yang selalu berjiwa muda, ingatlah, kita semua adalah juga para Misionaris. Kita bersyukur karena justru dalam usia kita yang masih muda  atau belum terlalu tua ini, kita diberi oleh Tuhan segala sesuatu yang paling fit untuk dapat bersaksi. Siapakah yang bisa mengalahkan jiwa muda dalam hal semangat? Khususnya kepada kaum muda yang dikenal sebagai orang-orang yang enerjik dan penuh vitalitas, siapakah yang bisa mengalahkan kalian dalam hal kreativitas?
Bukankah kalian dikenal sebagai orang-orang yang biasanya punya ide-ide terobosan yang belum pernah terpikirkan sebelumnya? Siapakah yang bisa mengalahkan kalian dalam hal ketahanan stamina fisik? Bukankah kalian ini sedang ada dalam masa puncak kesehatan yang paling prima?! Sungguh, kalian para orang muda, you are not only the Church of Tomorrow, tetapi lebih dari itu, you are the Church of Today.


Kapan lagi kita mau bersaksi dengan lebih baik kalau bukan sekarang ini dan di sini? Justru saat kita masih muda dengan segala energi hidup kita. Leave Nothing Undared - jangan biarkan hati dan nyali kita menjadi ciut oleh tantangan dan kesulitan. Serahkanlah diri kita ke dalam tangan Tuhan, biarkanlah Ia sendiri yang mengubah keterbatasan dan kelemahan kita menjadi kesempatan bagi Tuhan sendiri untuk berkarya melalui kita bagi sesama. Jadilah Misionaris di mana pun kita berada.  Mulailah dengan yang terdekat dengan kita. Lihatlah di sekeliling kita, mungkin kita jumpai teman-teman kita yang terjerumus ke narkoba, atau teman-teman kita yang kehilangan arah dan semangat hidup justru ketika mereka masih berada di usia muda. Mereka perlu disapa, jangan dijauhi. “Jangan biarkan satu domba pun hilang tercecer!” - demikian harapan Bapa Uskup Agung kita, Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ. Berilah mereka cinta Kristus sendiri, supaya semangat hidup mereka dibangkitkan kembali. Atau mungkin ada dari antara para orang muda di Paroki ini yang ingin bergabung menjadi anggota Tarekat Oblat Maria Imakulata sebagai imam atau bruder? Siapa tahu Tuhan sedang mempersiapkan jalan bagi hidupmu untuk karya penyelamatanNya yang jauh lebih besar nantinya?!
Siapa takuuutttt......??!!LEAVE NOTHING UNDARED! Jangan biarkan nyali kita menjadi ciut! Jangan biarkan api kita padam!


Apa pun yang baik demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan jiwa-jiwa, kerjakanlah dengan penuh sukacita dan syukur.  Mumpung kita ini masih mampu, masih diberi kesempatan untuk berkarya bagi Tuhan! Kita harus berani melintas batas! Melintasi batas ketakutan diri kita, batas kekuatiran hidup kita, batas kecemasan hidup kita, batas tembok prejudice dan appriori kita terhadap sesama. Sebab Tuhan Yang Maha Kasih itu mengutus kita semua untuk meneruskan kasihNya ke mana pun dalam situasi sesulit apa pun. Jangan takut, karena Tuhan beserta kita! Leave nothing undared! Kita ini misionaris-misionaris!! Bersama para imam OMI, kita ikut mengambil semangat yang sama dari St. Eugenius de Mazenod: LEAVE NOTHING UNDARED! demi kemuliaan Tuhan, demi keselamatan jiwa-jiwa, dan demi pelayanan Gereja.