You are here : Home Artikel

Surat Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Kepada Para Calon Presiden dan Wakil Presiden

No. 085/II/2009
Jakarta, 20 Mei 2009

Kepada Yang Terhormat
Para Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden
Republik Indonesia

Dengan Hormat,

Pertama-tama kami ucapkan selamat kepada Saudara-Saudari Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia, atas keberhasilan Saudara-Saudari sampai pada sebuah tahap yang sangat penting dalam proses penentuan untuk menjadi presiden dan wakil presiden.  Presiden dan wakil presiden terpilih merupakan sebuah kedudukan dan jabatan yang sangat menentukan hidup bersama warga negara Republik Indonesia yang kita cintai ini.
Add a comment
Readmore

Welcome to Indonesia, FR. Wilhelm Steckling, OMI

Pemimpin Tertinggi Oblat Maria Imakulata (Superior Jenderal OMI), Pastor Wilhelm Steckling, OMI berkunjung ke Indonesia.  Kunjungan selama 6 hari yang dimulai sejak 23 Juni hingga 30 Juni ini akan diawali di Yogyakarta, tempat adanya seminari tinggi dan novisiat OMI.

Rencananya, Pastor Steckling, OMI akan menyaksikan upacara Kaul Kekal seorang frater OMI, mengunjungi karya misi OMI di Cilacap, merayakan Pesta Imamat 40 tahun dari 4 Romo OMI asal Italia yang bertugas di Indonesia, bertandang ke Rumah Provinsialat di Kaliori disertai kunjungan ke Gua Maria dan Youth Centre di tempat yang sama, bertemu dengan seluruh imam OMI di Indonesia dan juga anggota Asosiasi Misionaris Maria Imakulata (AMMI) dari Cilacap.  Di Jakarta, Pastor Steckling, OMI akan memimpin Misa Khusus yang bertepatan dengan Pesta Santo Petrus dan Santo Paulus di Gereja Katolik Paroki Trinitas, Cengkareng yang disambung dengan ramah tamah dengan umat dan seluruh anggota AMMI dan Sahabat Seminari (SASEM) yang bermukim di Jakarta dan sekitarnya.  Beliau juga akan bertemu dengan Bapa Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ, sebelum kembali ke Roma, Italia di hari yang sama.
Add a comment
Readmore

Busana dan Perilaku Pantas di Gereja

Seorang pembaca Arlington Catholic Herald di Springfield, Amerika Serikat bertanya: Saya seorang warga senior. Belakangan ini, saya terheran-heran melihat perilaku orang di gereja, bagaimana mereka berpakaian dan cara mereka ambil bagian dalam Misa, yang sama sekali berbeda dengan semasa saya masih muda. Mohon pendapat.

Sesungguhnya, beberapa minggu belakangan ini saya menerima beberapa surat senada mengenai perilaku yang kurang pantas di gereja. Di satu pihak, kita tak perlu heran akan perilaku dan busana yang kurang pantas di gereja. Bagaimanapun, kita tinggal di tengah masyarakat di mana orang mencucuk bagian-bagian tubuh mereka dan memasanginya dengan cincin seperti di telinga, alis, hidung, lidah - yah, seperti yang biasa dilakukan para petani kepada ternak-ternak mereka (walau para petani tidak mencucuk lidah ternak-ternaknya). Banyak perusahaan sekarang menerapkan “Jumat Santai” di mana para karyawan pria dan wanita tidak harus mengenakan busana formal. Tetapi, The Wall Street Journal baru-baru ini melaporkan bahwa sebagian besar karyawan sekarang lebih tampak amburadul pada hari “Jumat Santai” dan dengan demikian melakukan pekerjaan mereka dengan amburadul pula. Add a comment
Readmore

31 Tahun Paroki Trinitas: Menjadi Seperti Trinitas

Minggu ini adalah minggu bahagia, karena Paroki kita berpesta nama.  Sudah 31 tahun usia Paroki kita tercinta, banyak suka-duka telah kita alami bersama, semoga semua ini bisa menjadikan iman kita semakin dewasa, pikiran kita semakin bijaksana.  Minggu lalu baru kita alami Pentakosta, semoga kita semua boleh memetik buah-buah Roh Kudus dari diri kita untuk dibagikan dan digunakan untuk  kemajuan Paroki Trinitas.

Sulit juga bicara soal paham Trinitas.  Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus.  Allah dalam tiga diri, namun satu adanya.  Satu kesatuan untuk menciptakan, menyelamatkan, memberkati, menyertai, memimpin, dan menuntun kita senantiasa.  Secara sederhana Trinitas dapat kita artikan sebagai Allah yang peduli akan anak-anakNya, yang tidak akan meninggalkan kita sendirian.  Bapa yang sayang anak-anakNya mengirim Putera tunggalNya untuk menebus kita semua.  Putera yang sangat mengasihi kita, rela mati di kayu salib, membayar lunas dosa kita, dan tak mau meninggalkan kita begitu saja.  Ia mengirim Roh Kudus, Roh-Nya sendiri untuk menemani kita setiap saat.  Luar biasa, bukan?

Add a comment
Readmore

Ketika Harus Mengakhiri.....

Roh Moo-Hyun (mantan Presiden Korea Selatan):
I can't imagine the countless agonies down the road. The rest of my life would only be a burden for others. I can't do anything because I'm not healthy. I can't read books, nor can I write.  Don't be too sad. Isn't life and death all part of nature? Don't be sorry. Don't blame anybody. It's fate. Please cremate me. And please leave a small tombstone near home. I've long thought about that. (catatan bunuh diri yang ditemukan di computer mantan Presiden Korea Selatan Roh Moo-Hyun – sumber:  BBC News).

Akhir-akhir ini, berita meninggalnya beberapa orang ternama dengan jalan bunuh diri, membuat penulis prihatin. Di Korea, bahkan mantan presidennya, Roh Moo-Hyun, memilih jalan ini, karena pada awalnya Roh adalah Presiden yang terkenal bersih, bahkan berjanji untuk memberantas korupsi, malah ketahuan istrinya dan keluarganya menerima suap sebesar $ 6 Mn (6 juta). Dengan perasaan malu dan bersalah yang mendominasi, Roh akhirnya memilih bunuh diri dengan cara menjatuhkan dirinya ketika mendaki gunung di belakang rumahnya. Tragis dan ‘shocking’.

Add a comment
Readmore
Page 66 of 76