You are here : Home Artikel

Pengolahan Sampah Plastik Bantu Orang Miskin

[Jakarta 5/6/2009] 

Banyak orang berpikir bahwa sampah adalah barang yang menjijikkan dan tidak ada gunanya dan harus dibuang dan dilenyapkan dari pandangan mata. Namun ketika dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia pada 5 Juni, Suster Anna Wiwik Soepraptiwi, PK mengatakan bahwa cara itu bukanlah budaya untuk mengolah sampah.

Menurut mantan Pemimpin Provinsi Kongregasi Putri Kasih St. Vincentius de Paul (PK), membakar dan mengubur sampah yang tidak bisa hancur merupakan kebiasaan yang menimbulkan kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan pada manusia.

Add a comment
Readmore

Televisi dan Daya Menggoda


Pada hari Sabtu, 9 Februari 2008, setelah Perayaan Misa di Paroki St. Servatius Kampung Sawah, salah seorang aktivis paroki menyampaikan kepada saya tentang dampak negatif media televisi terhadap perilaku anak-anak zaman sekarang. Ia akhirnya memutuskan untuk mengadakan semacam ‘kampanye me-nonaktif-kan’ pesawat televisi dalam keluarga pada hari dan jam tertentu untuk menghindari anak-anak dan remaja dari tayangan realitas hasil rekonstruksi televisi. Baginya, televisi turut membantu merusakkan akhlak anak-anak dan remaja zaman sekarang.

Jesus Hollywood

Penulis:
Imam Karyadi Aryanto

Penerbit:
Kanisius, Yogyakarta, 2009

Tebal:
287 halaman

Bisa dipastikan, minimal setahun 2 x Yesus “tampil” di pentas dalam bentuk dramatisasi atau visualisasi.  Pertama di Hari Raya Natal, Yesus tampil dalam ‘rupa’ boneka bayi.  Ia digendong oleh seorang ibu, anggap saja dia lagi memerankan tokoh Maria.  Kedua, biasanya pada Hari Raya Jumat Agung.  Sosok Yesus diperankan oleh laki-laki (kalau bisa berjenggot dan agak brewok) sedang diadili oleh Pontius Pilatus dan para imam agung.  Klimaksnya adalah saat Yesus digebuki, sampai berdarah-darah, disuruh memanggul salib, dan akhirnya mati di salib.

Peragaan selesai.  Umat yang melihat tarik nafas dalam-dalam.  Begitu, ya, kisah sengsara Tuhan Yesus?
Add a comment
Readmore

Maria Dalam Gereja

Penulis:
A. Eddy Kristiyanto, OFM

Penerbit:
Kanisius, Yogyakarta, 1987

Tebal:
137 halaman

De Maria numquam satis. Maria tidak pernah cukup diperbincangkan. Ibadat dan devosi khusus diperuntukkan pada Maria, Bunda Gereja. Berbagai permasalahan dan pertanyaan tentang Maria, sebagaimana tertuang dalam pokok ajaran Konsili Vatikan II (Lumen Gentium), menjadi pembahasan utama dalam buku setebal 137 halaman ini.
 
Penulis, A.Eddy Kristiyanto, OFM, menulis dengan gaya bahasa filosofis dan deskriptif. Ada tiga hal yang melatarbelakangi keyakinan Gereja, bahwa Yesus adalah satu-satunya pengantara Allah dan manusia. Pertama, Misteri Inkarnasi. Di dalam Yesus, terjadi persatuan yang sempurna antara Allah dan manusia.  Kedua, peranan Yesus sebagai Pengantara diwujudkan dalam karya hidupNya dan wafat di salib. Yesus memulihkan hubungan antara manusia dan Allah. Ketiga, manusia mengambil sikap beriman terhadap misteri kasih Allah.     

Rome Sweet Home

 

Penulis:
Scott dan Kimberly Hahn

Penerbit:
Dioma, Malang

Tebal:
299 halaman

Mengikuti seminar “Buat Apa Jadi Katolik” yang diadakan Penerbit Dioma pada bulan Februari yang lalu membuatku membaca buku rohani pertamaku: Rome Sweet Home (Roma Rumahku).

Everything happens for a reason.  Kira-kira 2 minggu sebelum mendengar tentang seminar ini, temanku dan pasangannya yang juga temanku, sempat berbeda pendapat tentang perbedaan agama mereka (Katolik dan Kristen), yang akhirnya sampai pada topik apa yang harus dilakukan jika mereka menikah nantinya.  Aku, dengan kekuranganku dalam iman Katolik, berusaha menjadi penengah di antara mereka.  Pada akhirnya, aku hanya berhasil menjadi pendengar yang baik.  Banyak sekali pertanyaan dan pernyataan dari temanku yang Kristen yang hanya kutelan mentah-mentah sambil berharap aku akan menemukan jawaban dan penjelasan dalam waktu dekat.

Dalam seminar “Buat Apa Jadi Katolik”, aku merasa menemukan banyak penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan teman Kristen-ku itu.  Aku banyak menggarisbawahi ucapan-ucapan Romo Mardiatmadja dan Romo Heru Susanto yang kupikir sangat ingin kujelaskan kepada temanku tadi.  Seiring dengan berakhirnya seminar ini, berakhir pula keinginanku untuk menjelaskan dan menjawab semua pertanyaan temanku, karena aku kembali diingatkan bahwa misteri Katolik adalah misteri iman, yang hanya dapat dipercayai dan diimani oleh iman kita sendiri.
Add a comment
Readmore
Page 64 of 76