You are here : Home Artikel

Keeping Quiet

 
Now we will count to twelve and we will all keep still.
For once on the face of the earth,
let’s not speak in any language,
let’s stop for one second,
and not move our arms so much.
 
It would be an exotic moment,
without rush, without engines,
we would all be together,
in a sudden strangeness.

HUT 10 Kelompok Doa Meditatif dengan nyanyian Taize

Akhirnya.. 10 tahun sudah kebersamaan kami... Kelompok Doa Meditatif dengan nyanyian dari Taize...16 Maret 2009

Terima kasih untuk Romo A. Widiatmoko, OMI yg telah mempersembahkan Perayaan Ekaristi, khusus untuk HUT kelompok kami, terima kasih untuk anggota Dewan Paroki yang menyempatkan hadir (dan mau bergerah-gerah dengan memakai batik), terima kasih untuk sekitar 30-an umat yang mau menyempatkan diri hadir dan memberikan semangat (meskipun rela digigit nyamuk malam), terima kasih untuk para donatur kue-kue dan snack-nya.....

Add a comment
Readmore

Kita Sudah Sampai di Akhir Retret Agung!


Ada kebiasaan di antara orang-orang yang suka ikut retret.  Kalau seseorang sudah selesai ikut retret, maka orang yang lainnya akan mengucapkan: “Selamat dan Proficiat!”  Selama 40 hari kita mempersiapkan diri untuk menyambut Paskah.  Mulai dari Rabu Abu hingga Sabtu Suci, kita berada dalam suasana Retret Agung, dan kini, kita telah sampai pada akhir Retret Agung itu.  Jadi, saya atas nama para Romo dan Dewan Paroki ingin pula mengucapkan kepada Anda sekalian: “Selamat dan Proficiat! Selamat Paskah !”  Sulit untuk dapat mengukur berapa banyak rahmat yang telah kita peroleh dalam masa Retret Agung ini.  Tetapi saya percaya, Allah telah membuka hati banyak orang untuk bertobat dan menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Secara khusus saya ucapkan ”Selamat dan Proficiat!” kepada para baptisan yang baru.  Luar biasa!  Kami merasa senang dan bangga karena masih banyak orang yang mau bergabung dan melanjutkan karya Gereja.  Tentu kami begitu berterimakasih kepada para Katekis dan semua yang terlibat dalam masa katekumenat. Semoga mereka semua diberkati oleh Tuhan sendiri.

Secara istimewa kami juga mengucapkan ”Selamat dan Proficiat!” kepada Panitia Natal dan Paskah tahun ini yang telah bekerja keras untuk memastikan kelancaran jalannya Misa dan Ibadat Natal dan Paskah di seluruh Paroki ini.  Kita harus bersyukur karena ada begitu banyak umat yang mau terlibat dan ambil bagian dalam pelayanan Gereja. Terkait dengan hal ini adalah umat yang melayani di bidang Liturgi, yang dengan setia berlatih sampai larut malam!  Terkadang saya sendiri kaget karena malam-malam masih menjumpai umat di gereja yang sedang berlatih dengan gembira.  Terima  kasih kepada semua! Selamat dan Proficiat!

Hal-hal tersebut di atas mengingatkan saya pada kesetian Tuhan kita Yesus Kristus.  Dia tidak pernah menghitung waktu,  tetapi berkarya terus di tengah-tengah umat manusia hingga mau mengorbankan diriNya di kayu salib untuk kita karena KASIH!  Dalam kisah sengsara Yesus Kristus, kita akan selalu mendengar atau membaca kata-kataNya yang terakhir: ”Sudah selesai!” dan Dia wafat.  Yesus Kristus sudah memberi semua, segalanya, untuk kita demi CINTA.  Luar biasa sekali!

Karya perutusan Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia sudah selesai, tetapi kita semua senantiasa disadarkan bahwa kita harus bangkit dan memulai di mana Dia, Sang Juru Selamat, telah menyelesaikannya berkat Roh Kudus.  Sekarang ini, Gereja melanjutkan karya keselamatan Yesus Kristus bagi dunia!  Maka kita perlu selalu mengingat seruan Sidang Agung Gereja Katolik  (SAGKI) tahun 2005: ”Bangkit dan Bergeraklah!”

Sebagai Paroki,  kita mendapat panggilan yang besar sekali.  Menjelang Paskah Mulia hari ini, kita bukan mendapat telur Paskah yang besar, tetapi IZIN PRINSIP MEMBANGUN GEREJA SANTA MARIA IMAKULATA!  Sebuah tugas yang tidak kecil dan sungguh membutuhkan PERSATUAN dan PERANSERTA semua umat lewat GOTONG ROYONG.  Ayo! Kita harus bangkit!  Kita harus bergerak!  Kita harus bangun!  Jangan lupa, tak akan ada artinya kalau kita hanya membangun gedung gereja yang megah.  Kita semua dipanggil untuk membangun umatNya!

Saya memberanikan diri mencoba memulai dengan menciptakan yel-yel penyemangat kita.  Semboyan-semboyan yang bisa membuat kita terus bangkit dan bergerak, seperti ini:  

Trinitas!
 (1) Bangunkanlah iman umat!
(2) Bangunkanlah keluarga yang harmonis!
(3) Bangunkanlah OMK (orang muda Katolik/Mudika – red) masa depan Gereja!
(4) Bangunkanlah persaudaraan dalam masyarakat!
(5) Bangunlah Gereja Santa Maria Imakulata!
Amin.

Semoga Tuhan memberkati semua umat dalam tugas panggilan yang raksasa ini!
Selamat Paskah!
 
(ditulis oleh: Romo Peter K. Subagyo, OMI, Pastor Kepala Paroki Trinitas, Cengkareng)
Add a comment

Jadilah Penyala Lampu

 
Sejumlah orangtua sedang duduk di serambi tetangga mereka sambil berdiskusi tentang anak-anak mereka.  Mereka berbicara tentang lingkungan yang negatif tempat anak-anak harus bertumbuh – lingkungan yang penuh dengan obat-obatan, kekerasan, dan rasa ketidak berdayaan yang merajalela.  Bagaimana mungkin mereka, para orangtua, dapat membawa terang ke dalam dunia anak-anak mereka yang tampaknya sudah begitu gelap dan tidak berdaya?  Add a comment
Readmore

Ekokomunikasi: Menggugat Agenda Setting Media Kristiani

 
Bencana jebolnya tanggul Situ Gintung, Tangerang - Banten membawa lagi cerita kematian bagi bangsa Indonesia.  Air bah yang datangnya begitu pagi meluluhlantakkan pemukiman warga.  Nyawa ratusan manusia direngggut oleh air bah, belum terhitung warga yang hilang dan rusaknya  pelbagai saranan publik lainnya seperti rumah, tempat ibadah, sekolah ,dll.  Ayah yang kehilangan putranya,  anak yang menemukan ibunya terkulai kaku di tengah reruntuhan,  ibu yang menggendong putri terkasihnya yang tak bernyawa... menjadikan Situ Gintung sebagai hikayat kematian yang tak patut dilupakan. Peristiwa ini seolah-olah menjadi klimaks dari rupa-rupa bencana tanah air di awal tahun 2009.
Add a comment
Readmore
Page 62 of 69