You are here : Home Artikel

Cakrawala bagi Orang Katolik

Judul Buku: Pengetahuan Praktis Tentang Gereja Kristen Katolik

Penulis: A.P. Budiyono Hd.

Penerbit: Yayasan Pustaka Nusatama, 2009

Tebal: 288 halaman

 

Tidak semua orang Katolik memahami dan memiliki pengetahuan mendalam tentang iman dan Gerejanya. Banyak orang Katolik tergagap ketika ditanya, terutama oleh orang non-Katolik, mengenai sejarah perkembangan Gereja, seluk-beluk Gereja Katolik, praktik hidup sebagai orang Katolik, dan sebagainya.

Padahal jika bisa menjawab, walau hanya mendasar, tentu akan memberi wawasan bagi orang yang bertanya. Bagi orang Katolik sendiri, pengetahuannya tentang Gereja diharapkan dapat menguatkan dan mematangkan iman yang dianutnya.

Buku yang ditulis dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami ini menawarkan informasi dasar seputar Gereja Katolik. Penulis buku ini pun dengan runtut memaparkan jejak sejarah Gereja Katolik sejak zaman para rasul, penyebarannya ke seluruh dunia, hingga perkembangannya di bumi Indonesia.

Pengetahuan tentang macam-macam Gereja disajikan dengan mengulik sejarah, persamaan, dan perbedaannya. Secara umum Gereja dibedakan menjadi Gereja Kristen Katolik dan Gereja Kristen non-Katolik. Namun secara tegas dinyatakan bahwa semua orang atau golongan agama yang berpegang pada iman dan ajaran Yesus Kristus disebut sebagai orang Kristen.

Isi buku secara keseluruhan lebih bersifat informasi dan pengetahuan, tidak terdapat unsur ajaran aau katekese. Bagi orang Katolik, buku ini dapat memperluas cakrawala pengetahuan tentang seluk-beluk Gerejanya. Buku ini pun layak dibaca oleh orang non-Katolik untuk menambah pengetahuan. (Willy Putranta)

Sumber: Majalah Utusan No. 11/Thn 59, November 2009

Add a comment

Benarkah Agama Berbahaya?

Penulis: Keith Ward

Penterjemah: L. Prasetya, Pr

Penerbit: Kanisius, 2009

Tebal: 271 halaman

Bukankah hidup kita akan lebih baik jika tidak ada agama di dunia ini? Inilah sebuah pertanyaan yang menyiratkan keprihatinan terhadap situasi relasi antarumat beragama pada saat ini.

Konflik-konflik horizontal yang terjadi di tengah masyarakat sering kali mengatasnamakan agama. Selain itu, muncul pula kelompok-kelompok fundamentalis yang dibangun atas dasar kebencian. Mereka berusaha melawan ketidakadilan, ateisme, dan sekularisme dengan cara kekerasan tanpa pandang bulu.

Peperangan dan konflik yang terjadi dalam sejarah umat manusia sebenarnya bukan disebabkan oleh agama. Unsur agama biasanya tergabung dengan unsur non-agama, yaitu sosial, etnis, atau politik yang menyebabkan terjadinya konflik atau peperangan.

Lantas apa yang salah dengan agama? Keith Ward antara lain menyebutkan tulisan-tulisan religius (Kitab Suci) dapat disalah-gunakan dan diyakini untuk memperoleh dukungan moral atas kebencian dan intoleransi. Keyakinan yang salah pun bukanlah disebabkan oleh agama, melainkan sikap kebencian, keinginan berkuasa, dan pengabaian terhadap sesama makhluk hidup.

Penulis buku ini pun dengan tegas menyatakan bahwa agama tidak menuntun pada sesuatu yang tidak baik, sifat manusialah yang sebenarnya menuntun pada keburukan. (Willy Putranta)

Sumber: Majalah Utusan No. 11/Thn 59, November 2009.

Add a comment

SELAMAT BERKARYA DI KAJ, MGR. IGNATIUS SUHARYO

Berita tentang penunjukan Mgr. Ignatius Suharyo, Pr oleh Bapa Suci Paus Benediktus XVI sebagai Uskup Koajutor Keuskupan Agung Jakarta telah kita dengar beberapa waktu yang lalu. Ini menandakan bahwa saat Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ memasuki usia pensiun di bulan Desember 2009, Mgr. Ignatius Suharyo akan menggantikan posisi Bapa Kardinal sebagai Uskup Agung Jakarta.

Tentunya, semua unsur dalam Gereja Katolik di Keuskupan Agung Jakarta pun menyambut gembira berita sukacita ini. Sebagai bagian dari Keuskupan Agung Jakarta, tentunya Paroki Trinitas - Cengkareng pun menyambut dengan penuh syukur dan bahagia Bapa Uskup Koajutor tercinta, Mgr. Ignatius Suharyo, Pr. Selamat datang di Jakarta, Monseigneur!

Add a comment
Readmore

Be Responsible - Bertanggungjawablah!

Ini lagu dari Milli Vanilli yang dinyanyikan secara lip sync, dari album Girl You Know Its True di tahun 1989. Mungkin beberapa orang belum pernah mendengar lagu ini karena sudah cukup lama, tapi izinkan saya membagikan liriknya bagi kita semua.

Secuplik dari lagu mereka adalah :

Add a comment
Readmore

Televisi, Kekerasan, dan Anak

Televisi telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan anak. Aneka tayangan kekerasan di televisi memberi dampak negatif terhadap perkembangan karakter anak. Anak-anak mudah mengadopsi nilai-nilai yang disampaikan melalui tayangan televisi. Berbagai pesan kekerasan terus membombardir anak-anak dan terkristalisasi dalam kepribadiannya.

Penelitian yang dilakukan oleh Children's Media Development Foundation (YPMA) terhadap 939 anak SD di Jakarta dan Bandung (2006) menemukan bahwa anak menonton televisi lebih dari empat jam setiap hari. Idealnya, durasi menonton televisi sebaiknya tidak melebihi 15 jam per minggu. Ironisnya, jam menonton anak lebih banyak dari waktu belajar dan membaca di sekolah.

Masa kanak-kanak adalah periode emas pembentukan karakter. Nilai-nilai karakter luhur, seperti kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, toleransi, dan sejenisnya paling relevan ditanamkan di usia dini. Namun sayangnya, media televisi yang seharusnya mendidik karakter luhur, justru menanamkan nilai kekerasan dalam diri anak.

Add a comment
Readmore
Page 62 of 79