You are here : Home Artikel

Romo T.A.M. Rochadi Widagdo, Pr: "Semua Misa Adalah Misa Penyembuhan..."


Romo Thomas Aquinas Murdjanto Rochadi Widagdo, Pr adalah seorang Imam Praja Keuskupan Agung Jakarta. Saat ini Beliau berkarya sebagai Pastor Paroki Pejompongan, tetapi Beliau juga sangat berminat melayani orang-orang sakit dan menderita. Pastoral ruang tamu, pelayanan Misa penyembuhan, dan kelompok doa meditasi Kitab Suci dijadikannya sarana pelayanan bagi mereka yang menderita sakit, stres, atau mengalami kebimbangan iman kepercayaan.   Beliau selalu berkata: "Tuhan sangat mencintai mereka yang menderita dan lemah.  Mereka dipakai untuk menyampaikan kasih-Nya. Biarlah cinta Tuhan semakin dialami oleh banyak orang, karena justru pada saat menderita itulah manusia sangat terbuka dan berharap pada kasih-Nya."

Ada 3 Peristiwa Indah di Trinitas

Minggu, 16 Agustus 2009 terjadi 3 peristiwa indah dalam Perayaan Ekaristi pkl. 08.30 di Paroki Trinitas – Cengkareng.  Romo Peter K. Subagyo, OMI  genap berusia 56 tahun pada hari itu, Wanita Katolik RI Cabang Trinitas pun merayakan 16 tahun karya mereka baik di tengah umat Paroki Trinitas – Cengkareng maupun di masyarakat umum.  Yang tak kalah pentingnya adalah Perayaan Ekaristi hari itu merupakan Misa Perdana bagi 6 Imam Yesuit yang baru saja menerima tahbisan Imamat mereka di Kotabaru, Yogyakarta pada 29 Juli 2009.  Salah seorang dari Imam Yesuit itu, Rm. Hery Berthus Managamtua Simbolon, SJ adalah putra Paroki Trinitas – Cengkareng.  Kedua orangtua Romo Agam, sapaan akrabnya, tinggal di Cengkareng, bahkan Ibunda Rm. Romo  Agam adalah Wakil Ketua Ranting Sta. Angelina WKRI Cabang Trinitas.

Bible Camp Bina Iman Remaja 2009

biblecamp2009Jumat–Minggu, 03-05 Juli 2009, Bina Iman Remaja Trinitas mengadakan Bible Camp, sebuah kemping rohani untuk anak remaja bertema  “Jadi Saksi Kristus ? Mau dong… Siapa takut ???”  Acara diadakan di Camping Ground Pringayu, Ciawi – Bogor, diikuti oleh 152 remaja dari wilayah-wilayah yang ada di Paroki Trinitas - Cengkareng.  Dengan menggunakan 3 bis dan beberapa mobil, kami berangkat menuju lokasi acara.  Setelah beristirahat sebentar, diadakan acara Ice Breaking yang diikuti dengan penuh semangat oleh para peserta.
 
Adapun Bible Camp adalah acara yang ditujukan untuk memupuk iman, kemandirian dan rasa kebersamaan antar remaja separoki.  Karena tahun ini acara diadakan di lokasi khusus berkemah, kami semua tidur di tenda-tenda.  Untuk keperluan makan, disediakan prasmanan dan juga ada waktu para peserta memasak sendiri lauknya.  Sesuai aturan khusus di lokasi,  semua peserta harus mencuci peralatan makannya sendiri.  Jadi para peserta belajar mandiri mengurus peralatan dan perlengkapan pribadi masing-masing.

Supaya Umat Mau Sharing

Perkenankan saya berbagi pengalaman.  Saya tinggal di Wilayah Sta. Clara, Paroki St. Agustinus, Tangerang.  Pernah menjadi Ketua Lingkungan dan sekarang menjabat sebagai Sekretaris Lingkungan.

Di Paroki kami ada kebijakan berupa tiap nama Lingkungan mengacu pada nama Wilayah.  Maksudnya adalah untuk kemudahan administrasi Paroki. Jadi misalnya saya tinggal di Wilayah Sta.Clara, maka nama Lingkungannya adalah Sta. Clara 1, Sta. Clara 2, dan seterusnya.  Di Wilayah saya ada 7 Lingkungan dan saya bermukim di Lingkungan Sta. Clara 5 sampai sekarang.  

Saat menjadi Ketua Lingkungan, saya memiliki pengalaman yang sudah tentu hampir sama dengan para Ketua Lingkungan lainnya;  yakni bagaimana mengajak umat di Lingkungan agar mau hadir dalam tiap pertemuan Lingkungan, apalagi saat pendalaman iman/Kitab Suci.  Umat terkadang terhadang oleh rasa malu apabila dalam tema pertemuan ada menyangkut masalah keluarga.  Sepertinya mereka tertutup, tidak mau membagikan apa yang mereka alami untuk menjadi pembelajaran bersama.  Di sini diperlukan jurus jitu  agar mereka tanpa sengaja mau berbagi kepada umat yang lainnya. Jurus itu berupa memakai apa yang sedang tren di masyarakat atau sinetron TV.  Kita dapat memulainya dari sana hingga pertemuan dapat menjadi hidup,  yang tidak
selalu diisi oleh sharing Pengurus Lingkungan semata.  Suasana demikian sungguh harus disiapkan dengan matang oleh Pemandu dan Pengurus Lingkungan.

Selamat menjalani Bulan Kitab Suci Nasional 2009 " Berjuang Dalam Hidup Dengan Terang Sabda Tuhan".   Tuhan memberkati selalu, Amin.

(Kontribusi: Sebastianus Lojing, umat Paroki St. Agustinus, Karawaci)
Add a comment

Membaca Tanda-Tanda di Sekitar Kita

Judul Buku  :   Tanda - Kata, Angka, & Nada

Penulis       :    Rm. Jost. Kokoh, Pr

Penerbit     :    Kanisius, 2009

Isi              :   304 halaman

 

Hidup manusia ternyata tidak lepas dari tanda, baik itu yang diberikan oleh alam, kehidupan sehari-hari, juga oleh Sang Pencipta.  Setiap bangsa dan suku juga memiliki tanda-tanda itu.  Mereka meyakini, membuat komitmen, lalu menganggap tanda tersebut sebagai sesuatu yang sakral.

Add a comment
Readmore
Page 60 of 76