You are here : Home Renungan Semenit Bermakna Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna

"Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." (Matius 5:44)

Cinta dalam ajaran Yesus tidak hanya berarti mencintai diri kita, keluarga kita, kenalan dan orang-orang yang dekat dengan kita, tapi juga dengan orang-orang yang tidak kita sukai, yang melawan kita, yang menistakan kita.  Singkatnya, cinta berarti mencintai juga musuh-musuh kita.  Cinta harus menjadi seperti matahari, yang menerangi dan menghangatkan siapa saja, yang baik maupun yang jahat.  Juga seperti hujan, yang turun bagi yang benar dan yang tidak benar.  Siapa menciptakan dan menurunkan matahari dan hujan yang tidak membeda-bedakan ini?  Dialah Tuhan, sumber segala cinta, yang tak pandang bulu dalam mencinta.

Maka jika kita ingin sampai pada hakikat cinta, yakni mencintai musuh-musuh kita, tak bisa tidak, kita harus memohon cinta itu kepada Tuhan.  Tanpa anugerah cinta Tuhan itu, tak mungkinlah kita bisa mencintai sampai sehabis-habisnya.  Kita gagal dalam mencinta, karena sering kita menyangka, kita bisa mencinta begitu saja.  Kita lupa, hanya Tuhan yang memungkinkan kita mencinta.  Rasakanlah kehangatan matahari di pagi hari, dan marilah berdoa pada Tuhan, agar Dia memperolehkan bagi kita cinta untuk orang-orang yang tak kita sukai. (G.P. Sindhunata, SJ)

Sumber: Majalah Utusan No. 08, Tahun ke-61, Agustus 2011


blog comments powered by Disqus