You are here : Home Informasi Gereja Katolik di Jakarta Paroki Santa Maria Regina (Bintaro Jaya)

Paroki Santa Maria Regina (Bintaro Jaya)

Paroki ke-61 di Keuskupan Agung Jakarta

diresmikan oleh
Uskup Agung Jakarta,
Mgr. Ignatius Suharyo Pr
Minggu, 22 Agustus 2010

Stasi Santa Maria Regina ditetapkan sebagai Paroki Santa Maria Regina oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo Pr dalam Perayaan Ekaristi yang dihadiri umat SanMaRe pada hari Minggu, 22 Agustus 2010. Rasa syukur dan ucapan selamat kita haturkan, semoga Paroki SanMaRe dapat menjadi rumah Tuhan yang melayani seluruh umat Katolik di lingkungan Bintaro Jaya dan sekitarnya.

 

Sambutan Romo Kepala Paroki

Salam damai Kristus dan Bunda Maria,

Minggu, 22 Agustus 2010 adalah hari bersejarah bagi kita umat Paroki St. Maria Regina, Bintaro Jaya. Pada hari pesta pelindung paroki kita, Santa Perawan Maria Ratu, paroki kita diresmikan berdirinya sebagai paroki ke-61 Keuskupan Agung Jakarta. Setelah melewati proses persiapan yang panjang, dengan banyak jerih payah dan pengorbanan, baik tenaga, pemikiran maupun tentu saja uang, akhirnya keinginan kita untuk mengembangkan Gereja dengan membangun sebuah paroki lengkap dengan gereja dan fasilitas pendukungnya, terpenuhi sudah. Patutlah kita bergembira, bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan dan kepada Bunda Maria. Kegembiraan dan syukur itu amat terasa justru karena kita sampai pada yang kita tuju setelah melalui jalan penuh perjuangan. Pastor Lorenzi dalam kata pengantar Perayaan Ekaristi Peresmian paroki kita, yang diwarnai banyak tepuk tangan, menggambarkan suasana itu dengan mengutip Mazmur 126:6  “Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya”.

Sekarang berkas-berkas panen hasil jerih payah dan perjuangan kita sudah di tangan. Tentu kita semua sadar bahwa hal ini tidak berarti perjuangan sudah berakhir. Hal berikutnya adalah mau kita apakan berkas-berkas itu. Kita tentu juga sudah tahu, bahwa berkas-berkas panenan gandum itu masih harus kita giling dan kita olah agar akhirnya menjadi roti yang menghidupkan dan menguatkan bagi kita dan siapapun yang menikmatinya.

Perangkat untuk mengolah sudah tersedia bagi kita. Gedung gereja yang bagus, tempat kita bersatu merayakan iman, bersama menghadap Tuhan, berdoa dan memujiNya, mendengarkan dan diteguhkan oleh sabdaNya, memperoleh rejeki dari meja perjamuan Ekaristi, sudah ada pada kita. Dewan Paroki, orang-orang yang dipilih Tuhan untuk melayani, sudah siap sedia menjalankan tugas dengan semangat juang “memikul salib”, seperti disimbolkan dengan pengalungan salib ketika dilantik oleh Bapak Uskup. Mereka didukung oleh umat yang menyambut lahirnya paroki ini dengan sangat antusias. Sungguh merupakan sebuah “start” yang baik. Kita berharap, dengan bimbingan Roh Kudus dan dengan doa restu serta pertolongan Santa Maria, Bunda dan Ratu kita, kita mempunyai keyakinan seperti rasul Paulus: “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Filipi 1:6).

Kita segera memulai perjuangan kita, menjadikan Gereja kita, paroki kita, sebuah komunitas beriman yang hidup, untuk menjadi tanda kehadiran dan karya kasih Allah di tengah dunia. Sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada pada umat kita, kita akan berjuang mewujud-nyatakan dan menjabarkan apa yang menjadi visi, misi dan strategi Gereja Keuskupan Agung Jakarta. Kita bangun dan kita kembangkan Gereja kita menjadi Umat Allah yang semakin setia menanggapi kabar gembira Yesus Kristus dan menjadi saksi serta utusanNya; dengan memberdayakan lingkungan teritorial paroki dan kelompok kategorial agar menjadi umat basis yang semakin berkualitas dalam hal iman, persaudaraan dan pelayanan; dengan strategi pastoral Gembala Baik

Sebagai paroki yang baru lahir, hal pertama yang harus kita garap dalam rangka mewujudkan Gereja yang kita cita-citakan, adalah  menata  administras i dan  segala  sesuatu  yang  berkaitan dengan data umat. Sejalan dengan apa yang dipelajari dan terangkum dalam Temu Pastoral KAJ, tanggal 2-5 Agustus 2010 yang lalu, kita akan berusaha membangun tatakelola pastoral yang baik, efektif, efisien, dan bermutu dengan berbasis data yang akurat. Sambil berjalan mengusahakan hal itu, kita lanjutkan dinamika hidup beriman dalam kegiatan-kegiatan menyangkut perayaan-perayaan Sakramen, kegiatan wilayah/lingkungan, dan berbagai pelayanan yang sudah berlangsung selama ini.
Profisiat untuk kita semua. Selamat berjuang menghidupkan dan mengembangkan Paroki SanMaRe. Tuhan memberkati. Bunda Maria melindungi.

Rm. H. Natawardaya, Pr

(Sumber: Situs Paroki Santa Maria Regina, www.parokisanmare,or.id)