PENGUMUMAN
Koronka Kerahiman Ilahi
Maria Imakulata - Maria Imakulata
Wednesday, 16 April 2014 19:29

“Koronka” adalah sebuah kata dari Bahasa Polandia yang tidak ada padanannya dalam Bahasa Indonesia. Artinya kurang lebih sama dengan “Mahkota Kecil” yang diletakkan di atas kepala orang yang dicintai secara istimewa ataupun untaian manic-manik indah yang dikalungkan pada leher sang kekasih.

Koronka Kerahiman Ilahi ialah untaian doa yang dipersembahkan kepada Tuhan yang diimani sebagai Pribadi Yang Maharahim dan Berbelas Kasih.

Doa ini didaraskan dengan memakai kalung Rosario biasa, tetapi isinya bukan “Bapa Kami” dan “Salam Maria” seperti dalam doa Rosario.

“Sejarah” Koronka dimulai pada tahun 1935 dan diceritakan oleh Suster Faustina sebagai berikut:

Malam hari, ketika aku di kamarku, aku melihat malaikat, pelaksana murka Allah. Ia berpakaian jubah terang dan wajahnya bersinar. Di bawah kakinya ada awan, dan dari awan itu keluarlah petir-petir, sedangkan dari tangannya keluarlah kilat-kilat… Ketika aku melihat tanda murka ilahi yang akan menimpa bumi itu… aku mulai memohon malaikat supaya ia berhenti sejenak, sebab dunia pasti akan bertobat. Namun permohonanku tidak berarti apa-apa terhadap murka ilahi.

Read more...
 
Novena + Misa Kerahiman Ilahi
Maria Imakulata - Maria Imakulata
Tuesday, 15 April 2014 18:31

"Aku menghendaki supaya sembilan hari, engkau membawa jiwa-jiwa manusia ke dalam sumber kerahiman-Ku, agar mereka menimba kekuatan dan kesejukan serta rahmat apa saja yang mereka butuhkan dalam kesusahan hidup mereka, terutama pada saat kematian mereka."

Read more...
 
Pengkhianat
Renungan - Mari Merenung
Sunday, 13 April 2014 18:22

Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: ‘Bukan aku, ya Rabi?’” (Mat 26:25)

Minggu ini kita rayakan sebagai Minggu Palma, saat kita mengenang kembali masuknya Tuhan Yesus ke Yerusalem dengan disambut begitu banyak orang yang sangat besar jumlahnya; yang menghamparkan pakaian mereka untuk menjadi “karpet merah” untuk dilalui Sang Raja;  yang bersorak nyaring: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan...”  Tetapi 5 hari kemudian, orang-orang yang dengan gegap gempita menyambut Tuhan Yesus itu berbalik menghujat, mencemooh, dan menyalibkan Dia.  Apakah kita seperti orang-orang tersebut?

Yudas Iskariot, salah satu murid Tuhan Yesus, mengikuti ke mana pun Tuhan pergi.  Ia menyaksikan mukjizat-mukjizat terjadi, ia mendengar Tuhan mengajar murid-muridNya dan orang banyak.  Ia juga melihat penyambutan luar biasa di Yerusalem.  Tetapi karena nafsu duniawi yang merasukinya, hanya beberapa hari kemudian ia mengkhianati  Sang Guru dengan bersepakat bersama imam-imam kepala.  Apakah kita juga semacam Yudas Iskariot?

Read more...
 
Mari Memilih Secara Cerdas
Artikel - 100% Katolik-Indonesia
Monday, 07 April 2014 21:21

Tantangan bangsa Indonesia adalah bagaimana memperbaiki system dan proses demokrasi yang telah tertanam selama ini agar bisa menjadi lebih baik dalam rangka melanjutkan kehidupan politik, ekonomi dan sosial, menuju cita-cita bersama. Bangsa Indone sia harus pandai mengelola seluruh kekayaan nasional yang ada, memanfaatkan peluang yang terbuka dan mengatasi tantangan yang menghadang, termasuk ketidak pastian perkembangan geo-politik dunia sekarang dan nampaknya berlanjut ke depan.

Indonesia hanya mungkin melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara, melanjutkan pembangunan mencapai sasaran yang dicita-citakan kalau memiliki pimpinan nasional yang mampu mengelola dan mengawal bangsa ini memberdayakan seluruh aset bangsa dengan segala sumber dan potensinya, menjawab tantangan yang ada serta memanfaatkan semua peluang yang terbuka secara cerdas dan bijaksana.

Hanya dengan demikian bangsa kita menjadi makmur, sejahtera, adil, damai, inklusif, bebas korupsi dan bermartabat.  Dewasa ini Indonesia sedang dalam persiapan akhir melangsungkan pemilihan anggota legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden serta wakil presiden (Pilpres) bulan April dan Juli mendatang. Mereka yang terpilih akan memegang pimpinan nasional; pemerintah dan legislatif yang bersama lembaga penegakan hukum bertanggung jawab untuk memimpin dan mengawal bangsa Indonesia dalam kehidupan politik, ekonomi dan sosial, melanjutkan pembangunan nasional untuk mencapai sasaran bersama tersebut.

 

 

Read more...
 
Memilih Cerdas dengan Hati Nurani
Artikel - 100% Katolik-Indonesia
Wednesday, 02 April 2014 17:56

Pemilihan Umum merupakan peristiwa politik yang perlu dipahami oleh umat Katolik sebagai bagian dari tanggungjawab untuk terlibat secara aktif dalam pembentukan tata dunia berdasarkan semangat Injili. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa “Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan , duka dan kecemasan para murid Kristus juga”(GS 1)

Agar keterlibatan umat dalam membangun tatanan dunia berdasarkan semangat Injili menjadi efektif, Konsili Vatikan II menegaskan peran dan tanggungjawab hirarki dan awam dalam rangka pengudusan dunia. Hirarki meneguhkan umat melalui ajaran-ajarannya, dan umat melaksanakan tugas perutusan itu dalam terang ajaran moral dan sosial Gereja.

Dua Kata Kunci : Cerdas dan Hati Nurani

Agar umat Katolik menjadi pemilih cerdas dan mendasarkan diri pada nurani, Gereja memberikan panduan agar para pemilih memilih calon legislatif (Caleg)/Presiden (Capres) secara baik sehingga umat dapat menjadi pemilih cerdas dan bebas mempergunakan hati nurani dalam menentukan pilihan. Cerdas berarti umat Katolik memilih para caleg dan partai yang memiliki rekam jejak baik dan memperjuangkan prinsip-prinsip Kristiani. Sedangkan memilih berdasarkan hati nurani berarti umat Katolik diajak untuk mempergunakan hak pilihnya sebagai tanggungjawab moral yang mendasarkan diri pada pilihan bebas bukan berdasarkan paksaan, baik itu secara ideologis (keterpaksaan politik), ataupun ekonomis (politik uang).

Read more...
 
JAM BUMI - EARTH HOUR 2014
Artikel - Lingkungan Hidup
Friday, 28 March 2014 16:49

Demi untuk menyelamatkan bumi dari dampak pemanasan global, berbagai organisasi dunia tak henti-hentinya menghimbau seluruh penduduk bumi untuk lebih aktif lagi ikut ambil bagian dalam usaha mengurangi gas emisi karbon.  Sejak beberapa tahun yang lalu, organisasi nirlaba World Wildlife Fund (WWF) mengajak seluruh masyarakat dunia untuk berpartisipasi dalam “Jam Bumi”, yaitu gerakan 1 jam tanpa aliran listrik.  Kegiatan Jam Bumi tahun 2014 akan dilaksanakan pada Sabtu, 20 Maret 2014, pkl. 20.30-21.30.   Apa yang dapat kita perbuat pada Jam Bumi 2014 ini?

Tentu, kita dapat melakukan “sesuatu” yang tidak terlalu sulit pada Jam Bumi tahun ini.  Anjuran utama pada Jam Bumi tersebut adalah dengan memadamkan aliran listrik selama 1 jam penuh.  Dalam kegelapan selama 1 jam, kita dapat mengisinya dengan mengikuti program Jam Bumi yang diadakan di lingkungan sekitar kita, berkumpul dan berbagi cerita dengan para tetangga sambil melihat kerlap-kerlip bintang di langit, berkumpul dengan keluarga sambil menyantap makan malam dengan penerangan lilin, berbagi cerita hingga bermain “Mencari Harta Karun”.  Kesempatan gelap  adalah kesempatan untuk hening yang dapat pula kita isi dengan  merenungkan penebusan kita oleh Tuhan Yesus Kristus, mendaraskan Rosario, berdoa bersama sekeluarga atau bersama umat Lingkungan lainnya, berefleksi atau merenungkan keajaiban kasih dan pertolongan Tuhan dalam hidup kita masing-masing, dan masih banyak cara lainnya lagi seperti mematikan semua perangkat elektronik yang selama ini mengelilingi kita – laptop, radio atau televisi portabel, telepon genggam, dll perangkat yang masih dapat difungsikan tanpa aliran listrik.

Read more...