You are here : Home Iman Boleh berdoa dengan hio?

Boleh berdoa dengan hio?

Berdoa dengan hio dapat dibenarkan sejauh itu diartikan sebagai sarana yang lazim untuk berdoa bagi umat Katolik Tionghoa; seperti halnya penggunaan lilin dan dupa dalam Misa Kudus.  Asap hio dapat dibandingkan dengan asap dupa yang membumbung ke hadirat Allah. 

Umat Katolik keturunan Tionghoa biasanya harus menghadapi hal ini saat melayat ke rumah duka, maupun saat ada upacara doa keluarga - di mana para leluhur/anggota keluarga yang lebih tua masih menganut kepercayaan yang berbeda.

Tetapi bila hal ini menimbulkan batu sandungan bagi mereka yang lemah imannya (lihat 1 Korintus 8:9), sebaiknya kita menggantinya dengan membuat tanda salib, berdoa dalam hati, dan menundukkan kepala sebagai tanda hormat bagi yang meninggal.

Apa yang dimaksud dengan 'menimbulkan batu sandungan'?

Kalau seorang ayah atau seorang ibu berdoa dengan menggunakan hio, sedangkan anak mereka melihatnya dan menjadi bingung lalu bertanya mengapa orangtuanya berdoa dengan cara yang berbeda dengan yang diajarkan oleh Gereja.

Atau, seorang Katekis yang mengajarkan paham dan ajaran Gereja kepada para Katekumen (calon baptis).  Mungkin akan timbul kebingungan dalam diri calon baptis akan tindakan Katekisnya.

Dalam hal seperti contoh di atas, adalah lebih baik jika kita tidak berdoa dengan menggunakan hio.

 

Sumber:  Bahan Diskusi "Iman Katolik dan Tradisi Tionghoa" Lingkungan Beato Damian, Wilayah 21, yang dipandu oleh Bapak Johanes K. Handoko, Katekis Paroki Cengkareng, 2009

 

 


blog comments powered by Disqus