You are here : Home Gereja dan Paroki Mengapa masih banyak kaum awam yang enggan terlibat dalam hidup berparoki?

Mengapa masih banyak kaum awam yang enggan terlibat dalam hidup berparoki?

Memang sekarang ini masih terdengar di mana-mana bahwa susah mencari anggota kaum awam untuk terlibat dalam hidup aktif berparoki. Banyak dari mereka lebih suka aktif berpartisipasi lewat jalur informal-personal. Alasan yang dikemukakan biasanya antara lain:

-    Tidak pantas
-    Tidak punya waktu
-    Tidak mampu
-    Tidak punya sarana
-    Tidak cocok dengan pribadi tertentu
-    Alasan kesehatan
-    Alasan keluarga
-    Dan lain-lain
     
Akan tetapi, tidak adakah mekanisme tertentu, atau motivasi tertentu yang membuat alasan-alasan tersebut diatas tidak dimutlakkan? Itu berarti, disatu sisi tidak perlu menjadi momok karena menyita banyak waktu dan tenaga dengan rapat bertele-tele, atau tidak perlu menjadi kelompok para ahli atau para pemikir yang membuat “minder” anggota jemaat yang tingkat kemampuannya biasa-biasa saja. Caranya kemungkinan adalah - atau dengan kata lain - penampilan Dewan paroki harus diperbaharui sehingga bisa menarik partisipasi. Di samping anggota jemaat sendiri harus memiliki keyakinan diri bahwa ia bisa berbuat sesuatu bagi seluruh jemaat. Mungkin sekali bahwa ia hanya punya waktu sedikit atau sedikit kemampuan tertentu. Bukankah yang sedikit itu juga amat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan pelayanan kita?  Apa yang kita miliki serba sedikit bisa berdampak luas di luar dugaan kita.
 
Sumber: Buku Tanya Jawab Pengetahuan (minimum) Hidup Menggereja, disusun oleh Johanes K. Handoko, Ketua Panitia Perayaan 30 Tahun Gereja Katolik Trinitas, Paroki Cengkareng, 2008

blog comments powered by Disqus