|
Artikel -
Umat Berbagi
|
|
Tuesday, 02 April 2013 19:21 |
|
Sebut saja aku Tere, seorang ibu dengan 3 orang anak berusia sekitar 40 tahunan, umat Paroki Trinitas. Aku tinggal di kompleks pemulung di bilangan Bambu Larangan, karena suamiku adalah seorang pemulung. Aku berasal dari pulau seberang, datang ke Jakarta saat usiaku masih muda dengan pikiran ingin mengadu untung di Ibukota. Masih lekat dalam benakku saat aku ikut temanku naik kapal laut menuju Jakarta. Sesampai di Kota Metropolitan ini, aku diterima bekerja sebagai perawat orang lanjut usia. Aku pernah juga bekerja sebagai buruh pabrik dan pembantu rumah tangga lepas waktu. Pernikahan pertamaku kandas saat aku mengandung anak pertama kami. Sejak menikah dengan suamiku yang sekarang di tahun 2004, aku mulai menghuni kompleks pemulung ini.
Suamiku memang bukan bekerja sebagai pemulung saja, tetapi juga kerja-kerja apa pun yang dapat ia lakukan. Semuanya tentu demi mendapatkan nafkah hidup kami sekeluarga. Ingin rasanya aku ikut membantu mencari penghasilan untuk menopang biaya keluarga kami, tetapi anak-anak kami masih terlalu kecil untuk ditinggalkan. Aku hanya dapat membantu sekedarnya dengan ikut menjadi pemulung, mencari paku atau tutup botol air kemasan. Syukur kalau kami masih bisa makan tiap hari meski sangat sederhana, juga berjuang keras untuk mengumpulkan Rp 200.000,- setiap bulannya guna mengontrak satu kamar di rumah yang kami tempati sekarang.
|
|
Read more...
|
|
|
Artikel -
Umat Berbagi
|
|
Wednesday, 12 December 2012 00:00 |
|
A little faith will bring your soul to heaven, but a lot of faith will bring heaven to your soul.
Di dalam “kitab suci” sepak bola, permainan sepak bola berlangsung 2 x 45 menit. Ini bohong belaka! Permainan sepak bola berlangsung lebih dari 90 menit. Setelah 90 menit, waktu itu dinamakan injury atau added time, karena ada waktu saat pemain cedera, dirawat dan ditandu ke luar lapangan, termasuk pergantian pemain. Waktu adalah penentu yang penting dalam roda hidup ini. Bayangkan, dalam rentang 126 detik, para pemain City merebut piala Liga Inggris yang ketiga setelah menunggu selama 44 tahun.
Dzeko, menyundul bola dan membuat gol ketika papan waktu menunjuk angka 91:14 dan kedudukan imbang 2-2. Pada detik itu piala masih dalam pelukan MU yang menang 1-0 atas Sunderland, melalui gol Wayne Rooney. Menjelang detik terakhir, waktu menunjukkan 93:20, tendangan Sergio Aguero, menjebol gawang QPR, sehingga skor berubah menjadi 3-2 untuk kemenangan City, dan piala BPL pun direbut City dari pelukan MU. Hanya 126’ - seratus dua puluh enam detik- MU memeluk piala itu. Tangis menjadi tawa untuk City. “Ini akhir yang gila dalam musim yang gila,” teriak pelatih City, Roberto Mancini.
Drama sepak bola ini menyorotkan suatu pandangan religius tentang datangnya akhir zaman yang tak terduga, mengerikan, tetapi juga penuh rahmat. Oleh karena itu orang beriman harus selalu berjaga-jaga dan mengejar tujuan imannya sampai akhir zaman. Jangan menyerah! Dunia saat ini menjadi kejam dan apatis terhadap manusia. Hanya manusia satu-satunya spesies yang menumpuk sampah, merusak bumi dan menghancurkan masa depan anak cucunya dengan berbagai perbuatan keji terhadap alam dan sesama. Iman seringkali tidak lagi menjadi pedoman hidup manusia di abad yang penuh kerakusan dan tipu muslihat ini. Memelihara iman menjadi syarat mutlak bagi pertumbuhan rohani umat Kristiani.
Rasul Paulus bersabda “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Timotius 4:7). Untuk menang, orang harus memelihara iman. Maka Paus Benediktus XVI mencanangkan Tahun Iman. Pada 11 Oktober 2012, Beliau membuka Tahun Iman secara meriah di Vatikan. Gereja Katolik di seluruh dunia juga membuka Tahun Iman ini dengan Perayaan Ekaristi.
|
|
Read more...
|
|
Artikel -
Umat Berbagi
|
|
Wednesday, 24 October 2012 12:10 |
|

Masa bakti Kepengurusan OSIS SMPK Seraphine Bakti Utama tahun 2011/2012 akan berakhir pada akhir Oktober 2012 ini. Maka demi kesinambungan dan berlangsungnya kepengurusan OSIS, dari jauh hari telah disiapkan acara pemilihan kepengurusan OSIS yang baru. Dimulai dari penjaringan calon-calon dari setiap kelas, mereka diseleksi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh sekolah. Dari penjaringan ini terpilih 45 siswa calon pengurus OSIS dari kelas 7 dan 8. Mereka kemudian wajib mengikuti pelatihan dengan kegiatan yang disebut LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) yang dilaksanakan pada Jumat-Sabtu, 21-22 September 2012, di Villa Aquarius Orange, Cilember, Bogor, Jawa Barat. Dengan bimbingan Bapa¬k & Ibu Guru, 45 siswa/i ini mendapat gemblengan dan pelatihan yang diharapkan jika nanti menjadi pengurus OSIS nanti sungguh dapat melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin yang baik.
|
|
Read more...
|
|
Artikel -
Umat Berbagi
|
|
Sunday, 30 September 2012 23:42 |
|
Sebelum nabi Yehezkiel diminta Allah berbicara kepada kaum Israel, ia diperintahkan untuk memakan gulungan kitab yang diberikan Allah kepadanya. Nabi Yehezkiel menurutinya. Di dalam mulutnya kitab itu terasa manis seperti madu. (bdk. Yehezkiel 3:1-4).
Nabi Yehezkiel memakan kitab dalam arti harfiah. Namun, memakan kitab dalam arti simbolis adalah membaca, merenungkan, dan melaksanakan Sabda Allah. Gereja Katolik di Indonesia mentradisikan bulan September sebagai Bulan Kitab Suci Nasional, dengan tujuan agar umat Katolik meluangkan waktu lebih banyak pada bulan ini untuk membaca dan merenungkan Sabda Allah dalam Alkitab.
Apakah manfaat membaca, merenungkan, dan melaksanakan Sabda Tuhan? Nabi Daud dalam Mazmur 119 yang terdiri dari 176 ayat, mengulas panjang-lebar tentang bahagianya orang yang hidup menurut Taurat Tuhan. Ia mengatakan, “peringatan-peringatanMu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.” (Mazmur 119:24).
|
|
Read more...
|
|
Artikel -
Umat Berbagi
|
|
Monday, 06 August 2012 00:00 |
|
Banyak dari kita mengalami keajaiban – mukjizat – dari doa-doa yang kita panjatkan dengan sungguh dan dalam segala kerendah-hatian. Terkadang, terkabulnya permohonan doa kita menjadi sesuatu yang membuat kita ternganga-nganga karena kekaguman kita akan belas kasih Allah pada seluruh umatNya. Mendengar kesaksian mereka yang mengalami keajaiban kuasa doa tentu membuat kita semakin terbuka mata akan kebesaran Tuhan, sekaligus juga berefleksi diri akan keakraban komunikasi kita dengan Dia yang selalu mengasihi kita.
Berikut adalah kesaksian kuasa doa dari beberapa umat Paroki kita yang berhasil dikumpulkan oleh Sabitah:
Mama Bisa Mendampingi Pemberkatan Pernikahan
08 Juli 1990 merupakan hari yang bersejarah bagi saya dan keluarga, karena hari itu dilangsungkan pemberkatan pernikahan saya dan istri di Gereja Trinitas, Paroki Cengkareng, oleh Romo F.X. Sudirman,OMI. Sejak tahun 1986, saya dan istri adalah aktivis Mudika Paroki Cengkareng dan menjadi pasangan pengantin yang pertama yang menggunakan gedung Gereja Trinitas setelah di resmikan pada bulan Juni 1990.
Hal yang menarik terjadi dalam pernikahan saya. Orangtua saya (Mama) sudah sakit lumpuh sejak tahun 1986. Saya selalu mendampingi Mama dan merawatnya dalam sakit dan dalam penderitaannya yang hanya tertidur dan tidak berdaya dalam mengatasi penyakitnya. Setiap saya pulang dari bekerja, saya selalu menghibur dan merawat Mama serta menguatkannya dalam doa. Doa bagi saya adalah suatu hubungan pribadi dan relasi saya dengan Tuhan. Saya yakin dan percaya bahwa lewat doa serta perantaraan Bunda Maria, doa saya pasti akan dijawab. Dalam ujud doa pribadi, saya hanya berharap suatu saat Mama bisa mendampingi pernikahan saya. Di dalam ruang doa yang saya dan keluarga biasa gunakan untuk mengungkapkan permohonan dan harapan akan kesembuhan Mama dari penyakitnya, saya selalu memanjatkan setiap doa, mempersembahkan serta menyerahkan sepenuhnya kepada Bunda Maria untuk kesembuhan Mama agar bisa segera sembuh dan mendampingi saya dalam pernikahan nanti. Inilah harapan dalam setiap doa dan permohonan saya.
Menjelang persiapan dan pelaksanaan mendekati hari “H”, keluarga besar saya semakin intens berdoa, memohon agar Mama bisa sehat dan mendampingi saya dalam penerimaan Sakramen Pernikahan di Gereja. Yang membuat saya terharu adalah Mama bisa hadir dan senantiasa mendampingi saya dalam pemberkatan pernikahan saya di gereja dan bahkan bisa berdiri bersama keluarga besar. Mama juga bisa hadir dan berdiri mendampingi saya pada pesta pernikahan di Gedung Serba Guna Bunda Hati Kudus. Walau tetap terlihat pucat pada raut mukanya karena sakit yang cukup lama, Mama tetap bisa tegar berdiri dan menerima ucapan selamat dari para tamu yang hadir. Saya dan keluarga besar hanya bisa mengucap syukur kepada Tuhan dan Bunda Maria, karena doa yang kami persembahkan dikabulkan oleh Tuhan dan berkat doa Bunda Maria pula yang menguatkan iman dan keyakinan saya, semuanya sungguh menjadi nyata. Mujizat yang amat luar biasa sudah terjadi dalam keluarga kami. Inilah hadiah terbesar yang amat berarti dan mempunyai kesan yang sangat mendalam bagi kehidupan saya, bahwa doa orang yang beriman kuat kuasanya.
Terima kasih Tuhan untuk semua hal yang kami terima dan alami, terima kasih Bunda Maria yang senantiasa hadir dan berdoa bersama kami. Semoga kesaksian ini menjadi inspirasi dan keyakinan kita semua bahwa apa saja yang kita minta di dalam nama-Nya menjadi tidak sia-sia dan mujizat itu nyata serta hadir dalam keluarga saya. Tuhan Jesus Memberkati dan Bunda Maria mendampingi. Amin. (Michael.A.Maturbongs, Lingkungan St.Tarsisius)
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>
|
|
Page 1 of 9 |