You are here : Home Artikel Lingkungan Hidup Ibadat untuk HARI BUMI

Ibadat untuk HARI BUMI

22 April 2015

“Gunung-gunung dan sungai-sungai dan segala yang hidup, langit dan matahari dan bulan serta awan, semua membentuk kehadiran yang suci, berdaya menyembuhkan, dan mendukung manusia...” — Sumber: Evening Thoughts: Reflecting on Earth as Sacred Community by Thomas Berry, p.135

 

Seruan untuk doa

Lihatlah langit di atas — Betapa birunya,matahari begitu bercahaya,
Awan-awan riang bermain,
Burung pemangsa yang terbang melayang tinggi,
Bunga-bunga di padang rumput sedang bermekaran, makhluk-makhluk hutan.
Sungai-sungai berdendang mengalir menuju lautan luas.
Serigala menyanyikan lagu tanah kediaman mereka,
Ikan Paus menyanyikan irama samudera.
Perayaan di mana-mana,  gegap gempita, gemuruh.
Dahsyat sebagai mana musim hujan membawa kegembiraan bagi lautan.  Mencurahkannya keseluruh daratan. Membasahi kita semua dengan siraman kegembiraan.
Saat kita membentangkan lengan kita dan berlari menuju satu sama lain, Kau dan Aku dan kita semua digerakkan oleh suatu Kehadiran yang penuh belaskasih. Yang membawa segala sesuatu dalam Perayaan yang penuh keakraban, Perayaan alam semesta itu sendiri.

—adadaptasi dari “Every Being Has Rights”oleh Thomas Berry

Lagu Pembukaan    pilih musik yang sesuai bila diinginkan

Introduksi

Pemimpin:    Ada suatu kerinduan dalam diri kita untuk kembali ke tanah asal kita, untuk sekali lagi bertemu dengan saudara-saudari kita dalam komunitas Bumi.  Kita semua dipanggil pulang ke kediaman hidup yang lebih luas, kediaman alam raya, kediaman yang spontan, dunia di mana berdiam angin dan hujan, pohon oak dan maple dan hutan pinus, elang dan burung kecil, serigala dan beruang dan makhluk-makhluk lain – semua relasi yang kita jalin di Bumi ini. Walaupun jaman kita menyebabkan kerusakan habitat, kepunahan spesies dan merambahnya hutan  metropolitan, semakin banyak orang merindukan persahabatan dan makna hidup yang melampaui batasan umat manusia. Kita mulai mengingat keluarga besar kita dan kita menyadari bahwa mereka tetap setia dalam ikatan sejak dahulu kala.

-  “Prayer” oleh Joseph Bruchac in Life Prayers from Around the World, p.39

Pembaca1:    Tengoklah para binatang
Dan biarkan mereka
mengajarimu;
burung-burung di udara akan menyampaikan kebenaran padamu.
Dengarkan tanaman-tanaman di Bumi dan belajarlah dari mereka; biarkan ikan menjadi gurumu.
Dan itu adalah roh dari semua yang hidup; dalam tangan Tuhanlah nafas semua umat manusia.
— Ayub12:7-8,10

Hening sejenak untuk refleksi
Pembaca 2:  Sebagai manusia, kita terlahir dari Bumi, dibesarkan oleh Bumi, disembuhkan oleh Bumi. Dunia alam mengatakan pada kita: aku akan memberimu makan, aku akan memberimu pakaian, aku akan menyembuhkanmu…. Aku menawarkan persatuan dengan Yang Ilahi; Aku menawarkan hadiah yang bias engkau berikan satu sama lain. Aku menawarkanmu bunga yang dengannya bias engkau ungkapkan rasa hormatmu pada Allah dan cintamu pada sesama.
Di luasnya samudera, di puncak gunung bersalju, di sungai-sungai yang mengalir melewati lembah-lembah, di keheningan daratan dan di kediaman badai-badai besar yang menyapu daratan, dalam semua pengakaman ini, aku menawarkan inspirasi bagi alunan musikmu, karya senimu dan tarianmu.
—Evening Thoughts:Reflecting on Earth as Sacred Community oleh Thomas Berry,p.139
Refleksi    Latar belakang instrumental music dengan suara-suara alam, bila diinginkan.
•    Bagaimana pengalaman Anda mengenai persaudaraan dengan komunitas Bumi? Apa yang diminta persaudaraan ini dari kita — sebagai individu dan sebagai kongregasi?
•    Dengan cara bagaimana/apa ciptaan member Anda anugerah? Apa yang diajarkannya pada kita? Apa yang diungkapkannya mengenai Yang Ilahi?

Sharing, bila diinginkan
Litani    Kita hidup dalam relas idengan segala sesuatu.
Leader:    Kita hidup dalam relasi dengan segala sesuatu,
Segala sesuatu hidup dalam diri kita.
Response:    Kita bersyukur atas segala hidup.
Leader:    Kita hidup karena matahari.
Kita bergerak bersama bintang-bintang.
Response:    Kita bersyukur atas segala hidup.
Leader:    Kita makan dari Bumi,
Kita minum dari hujan, Kita bernafas dari udara.
Response:    Kita bersyukur atas segala hidup
Leader:    Kita berbagi dengan makhluk-makhluk lain,
Kita memiliki kekuatan karena pemberian (diri) mereka.
Response:    Kita bersyukur atas segala hidup.
Leader:    Kita bergantung pada hutan-hutan dan sungai-sungai, kita memiliki pengetahuan melalui rahasia-rahasia mereka.
Response:    Kita bersyukur atas segala hidup.
Leader:    Kita memiliki keistimewaan untuk melihat dan memahami,  kita memiliki tanggungjawab untuk memelihara dan melindungi, kita memiliki kegembiraan untuk merayakan.
Response:    Kita bersyukur atas segala hidup.
All:    Kita dipenuhiolehrahmatciptaan.
Kita bersyukur, kitabersyukur.  Kita bersyukuratassegalahidup

—“We Live in Relation to Al lThings”edited by Anne Rowthorn

DoaPenutup    Bersama-sama
Kekuatan Cinta penuh rahmat dan Misteri, Energi Mu memenuhi alam semesta, menyatukan segala yang ada dalam persaudaraan yang dalam, menenun suatu jarring relasi yang kudus.
Perdalam kesadaran kami akan saling keterhubungan,
Bantulah kami untuk mendalami maknanya bagi hidup kami.
Semoga kami belajar menghormati semua yang kami jumpai sebagai perwahyuanMu  dan menyambutnya dengan rasa kagum, syukur dan cinta kasih.
Amin

LaguPenutup    pilih music bila diinginkan

Referensi
Berry, Thomas. “Every Being Has Rights.” Lecture, Twenty-third Annual E.F. Schumacher Lectures,Stockbridge, Mass., October2003.
Berry,Thomas.EveningThoughts:ReflectingonEarthasSacredCommunity.EditedbyMaryEvelynTucker. San Francisco: Sierra Club Books,2006.
Bruchac,Joseph.“Prayer.”InLifePrayersfromAroundtheWorld: 365Prayers,Blessings,andAffirmationstoCelebrate the Human Journey, edited by Elizabeth Roberts and Elias Amidon. San Francisco: Harper CollinsPublishers Inc., 1996. Originally published in Near the Mountains (Fredonia, N.Y.: White Pines Press,1987).
“We Live in Relation to All Things.” In Earth and All the Stars, edited by Anne Rowthorn. Novato, Calif.:NewWorld Library, 2000. Originally published in EASI Interfaith Celebration of the Cosmic Story(Washington, D.C., 1993).

Spirit solidaritas antar manusia dan persaudaan dengan semua kehidupan diperkuat ketika kita hidup dengan rasa hormat terhadap misteri kehidupan, rasa syukur akan anugerah hidup dan kerendahanhati menyadari tempat manusia di alam.
— from The EarthCharter


blog comments powered by Disqus