You are here : Home Artikel Kesehatan Kawat Gigi - Perlukah?

Kawat Gigi - Perlukah?

Belakangan ini, perawatan kecantikan gigi leat perawatan kawat gigi atau ortodonti menarik perhatian banyak orang.  Remaja, dewasa, sampai orangtua, datang ke klinik-klinik gigi untuk mencari informasi dan layanan perawatan ortodonti, terutama perawatan ortodonti cekat.  Perlukah memakai kawat gigi?  Bersama Drg. Fadli Jazaldi, Sp. Ort. mari bersama kita telaah lebih lanjut.

Umumnya, mereka yang perlu kawat gigi adalah mereka yang memiliki masalah pad giginya, antara lain susunan geligi yang berjejal, tidak teratur, maju (tonggos) dan cakil.  Namun tidak jarang pula yang tidak ada masalah pun ikut-ikutan ingin "dipasangkan kawat gigi".  Tujuannya beragam, mulai dari ingin memperbaiki susunan geligi menjadi teratur dan tertata baik, memperbaiki fungsi kunyah dan bicara, sampai pada keinginan meningkatkan penampilan, rasa percaya diri, dan status sosial.

Tujuan dan keinginan masyarakat untuk memiliki susunan geligi yang teratur dan tertata baik menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap kondisi dan kesehatan rongga mulut sebagai bagian dari kesehatan umum sudah sangat eningkat - terlepas dari alasan awal yang mungkin hanya memperhatikan nilai estetika belaka.  Selain itu, dengan memiliki susunan geligi yang teratur, kita akan bebas dari karies dan penyakit jaringan penyangga, memiliki fungsi kunyah yang baik, serta bebasa dari kemungkinan sakit pada sendi rahang dan kepala yang mungkin disebabkan karena ketidaksesuaian gigit.

Tonggak ilmu ortodonti modern berawal dengan dipublikasikannya penelitian Dr. Edward H. Angel (1890).  Beliau menggolongkan seluruh maloklusi (ketidak-sesuaian gigit) ke dalam 3 kelompok besar berdasarkan karakteristiknya, membuat suatu rumusan mengenai oklusi geligi yang normal, serta yang terpenting adalah Beliau merumuskan sistem perawatan ortodonti cekat yang disebut "Edgewise System" (1928) yang menjadi dasar pengembangan piranti cekat seperti yang ada sekarang ini.  Secara garis besar, piranti yang digunakan pada perawatan ortodonti terbagi menjadi piranti lepasan (removable appliances), piranti fungsional (functional appliances), dan piranti cekat (fixed appliances).  Ketiga alat tersebut memiliki sifat, ciri-ciri, dan fungsi masing-masing.

TIGA PIRANTI ORTODONTI

Ada 3 macam piranti perawatan ortodonti, seperti yang dirumuskan Dr. Edward H. Angle, yaitu sebagai berikut:

Piranti Lepasan atau yang sering juga disebut "Behel" adalah alat ortodonti yang dapat dipasang dan dilepas sendiri oleh pasien, berbentuk semacam basis akrilik.  Pada basis tersebut akan ditanam kawat-kawat yang bisa diaktifkan, yang berfungsi untuk menggerakkan gigi-geligi.  Karena sifatnya lepasan, keberhasilannya sangat bergantung pada frekuensi dan lamanya waktu pemakaian alat tersebut.  Apabila jarang digunakan, pergerakan gigi yang diharapkan akan tidak terjadi.  Di samping itu, alat ini punya keterbatasan, antara lain seringkali hanya bisa menggerakkan bagian mahkota gigi saja.  Jadi, jika tuntutannya untuk memindahkan posisi gigi secara keseluruhan dari mahkota hingga akar gigi, maka alat ini kurang efektif.  Secara umum, piranti lepasan efektif untuk gerakan gigi yang sederhana, serta seabgai piranti perawatan pasif setelah perawatan dengan piranti cekat.

Piranti Fungsional adalah piranti lepasan yang didisain untuk melakukan koreksi terhadap gigi dan rahang, seperti gigi tonggos (struktur rahang bawah lebih mundur dibanding rahang atas) atau gigi cakil (struktur rahang bawah lebih maju dibanding rahang atas).  Perawatan ini efektif bila dilakukan pada masa pertumbuhan.  Bentuk alat ini bervariasi, tetapi umumnya digunakan untuk mengarahkan gaya dari otot-otot mulut yang terjadi pad waktu berfungsi, sehingga dapat menggerakkan gigi dan rahang ke posisi yang diharapkan.  Sama dengan piranti lepasan, keberhasilannya sangat bergantung pada sering tidaknya serta lamanya waktu penggunaan.

Piranti Cekat atau Fixed Appliance adalah piranti ortodonti yang semua pirantinya (braces/braket dan band molar/cincin gigi geraham) dilekatkan pada geligi.  Kawat panjang yagn mengelilingi geligi (busur kawat) diikatkan pada braces dengan bantuan karet kecil warna-warni.  Alat ini punya banyak kelebihan, antara lain dapat menggerakkan geligi ke berbagai arah, mengindikasi kasus yang lebih luas dan kompleks, serta memberikan gaya (force) yang bisa dikontrol dan disesuaikan dengan kondisi geligi dan rongga mulut.  Hal yang mesti diperhatikan untuk piranti ini adalah soal kesehatan dan kebersihan mulut serta jaringan penyangga gigi.  Mengingat alat ini berada 24 jam di rongga mulut, maka kontrol oral hygiene mutlak diperlukan.  Bahan braces yang ada saat ini sangat bervariasi, ada yang terbuat dari logam, plastik transparan, atau keramik sewarna gigi yang bersifat estetik.  Beberapa tahun belakangan ini mulai juga dikembangkan teknik ortodonti dengan melekatkan braces di bagian belakang gigi sehingga piranti cekat tersebut tidak tampak bila tersenyum.  Teknik ini disebut lingual orthodontics.

Dari sekian banyak piranti perawatan ortodonti, piranti cekat saat ini paling banyak digunakan.  Koreksi masalah ketidaksesuaian gigit (maloklusi), ketidakteraturan posisi (malposisi) geligi dari yang ringan sampai yang kompleks, dan koreksi hubungan rahang secara terbatas dapat dilakukan dengan piranti ini.  Tapi diagnosis serta analisis kasua yang tepat dan teliti oleh dokter gigi spesialis ortodonti (orthodontist) tetap memegang peranan yang sangat penting pada keberhasilan perawatan.

Sumber: Majalah Health First, Vol. 2, April-June 2008, Pondok Indah Healthcare Group

 

 

 


blog comments powered by Disqus